www.korannasional.com–Aparat kepolisian mulai memukul mundur massa aksi damai 4 November. Puluhan tembakan gas air mata yang diletupkan petugas gabungan, telah, tak sedikit para pendemo ikut terluka dan sesak napas akibat tembakan gas air mata

Pantauan, dari Silang Utara Monas, arak-arakan rombongan Habib Riziq mulai mundur seiring tembakan gas air mata yang terus menyerang massa demo. Meskipun terus ditembakkan gas air mata para massa demo terus melafalkan tahmid.

“La Illaha Illallah,” lafal para massa saat melewati Jalan Medan Merdeka Timur tepat depan kantor Kementerian Perhubungan.

Sebagian besar para massa sambil bertahmid juga langsung berlindung menghindari tembakan gas air mata, yang terjadi di dekat Taman Pandang Istana Negara RI.

Salah seorang relawan, Faris (27 Tahun) menyayangkan adanya kericuhan ini. Menurutnya bila Presiden Joko Widodo mau menemui ummat maka kejadian seperti ini tidak perlu terjadi.

“Keterlaluan Jokowi, cuman membela satu orang tapi mengorbankan umat,” ujar warga Bekasi tersebut.

Hingga kini, kericuhan itu masih berlangsung. Petugas gabungan pun ditambahkan untuk mengamankan situasi dan kondisi semrawut di Jalan Merdeka Utara. Para massa mulai bergerak ke Patung Kuda depan gedung Indosat.

Dikabarkan kericuhan dipicu tembakan gas air mata dari polisi yang hendak membubarkan aksi demo yang telah melewati waktu, pukul 18.00 WIB. Sebanyak 2 mobil Brimob dibakar massa demo yang diduga dari mahasiswa HMI. Belum diketahui berapa jumlah korban dari bentrokan yang terjadi di depan Istana Negara ini. (Mas Tete)