www.korannasional.com–Aparat kepolisian Polresta Depok berhasil menangkap tiga orang pemuda pelaku pemerkosaan di Apartemen Margonda Residences, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016).

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Depok AKP Firdaus menuturkan, Polres Metro Depok telah menangkap tiga orang pelaku pemerkosaan di apartemen yang berlokasi di Jalan Margonda Raya itu. “Sudah ditangkap dan sekarang telah diamankan di Polres Metro Depok. Pada Rabu (2/11) pukul 17:30 WIB kami sambangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan barang bukti,” ujar AKP Firdaus kepada SP, Kamis (3/11) di Depok, Jawa Barat.

Pada Rabu (2/11), seorang siswi SMA di Depok melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya ke Polres Metro Depok. Diungkap S (16), kejadian bermula saat S diajak oleh Az pemuda yang dikenalnya dari BlackBerry Messenger (BBM) untuk bertemu di kawasan Margonda, Selasa (1/11).

Ketika itu S tak menaruh curiga sedikitpun. Ia menurut saja ketika diajak masuk ke apartemen.

Di sana, rupanya ada dua pemuda lain, yang merupakan teman Az. “Saya diajak ke kamar itu, mereka memaksa saya. Tangan dan kaki saya dipegangin, saya tidak bisa melawan,” ujar S dengan mata berkaca-kaca.

Hal yang terjadi selanjutnya, Az melampiaskan syahwatnya kepada korban. Selanjutnya, giliran rekan Az lainnya yang juga menyetubuhi korban. Di saat bersamaan juga, salah satu dari pelaku mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel.

“Mereka mengancam, kalau saya melawan dan memberitahu orang lain, foto-foto bugil saya akan disebar. Saya takut sekali,” ujar korban.

Kasus ini terungkap lantaran pihak keluarga S curiga ketika mendapati S pulang dalam keadaan celana berlumuran darah pada bagian intimnya. S akhirnya mengaku dan kemudian melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Tak butuh waktu lama, ketiga pelaku berhasil ditangkap Tim Srikandi pada Rabu (2/11). Tim Srikandi merupakan pasukan khusus penanganan terhadap anak dan wanita yang menjadi korban tindak kriminal.

“Inisial masing-masing terduga pelaku, adalah Az, Rf, dan Hs. Ketiganya sudah dewasa, usia rata-rata sekitar 21 tahun. Saat ini kasusnya sedang kami dalami,” kata AKP Firdaus. (Mas Tete)