www.korannasional.com– Presiden ke 6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan konferensi pers mengomentari Rencana Aksi Demonstrasi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada Jum’at 4 November 2016, Menurut Sby sah-sah saja masyarakat berunjuk rasa mengutarakan pendapatnya karena hal tersebut di atur dalam undang-undang.

“Boleh unjuk rasa asal tidak anarkis tidak merusak dan itu juga anjuran dari Partai Demokrat,” ujar SBY, Rabu (02/11/2016)

Menurut SBY, pihaknya akan terus menyerukan untuk terus melakukan aksi unjuk rasa asalkan dilakukan dengan tertib.

“Saya bukan orang yang anti unjuk rasa pada masa kepemimpinan saya selama 10 tahun, aksi unjuk rasa dari yang besar sampai yang kecil saya terus pantau, bahkan saya utus staf saya untuk mencatat tema dari aksi tersebut,” paparnya.

Dirinya berharap Intelijen dapat memberikan informasi yang benar jangan menjadi Intelijen error dengan memberikan informasi yang salah.

“Berbahaya kalau ada intelijen bengkok dengan mengambil data dari sosial media dan memberikan informasi salah karena ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Sedangkan untuk kasus yang menimpa Ahok Sby menghimbau para penegak hukum dan masyarakat untuk dapat menciptkan suasana yang menyejukkan dan tidak membuat gaduh

“Pak Ahok ini dianggap telah menistakan agama secara hukum itu tidak boleh jadi harus di proses secara hukum, dan setelah di proses maka serahkan kepada penegak hukum jangan gaduh jangan tekan penegak hukum biarkan penegak hukum bekerja rakyat boleh mengawasi sekarang bola ada dipenegak hukum bukan di jalan bukan di orams,” tutupnya. (Mas Tete/Hen)

LEAVE A REPLY