www.korannasional.com–Presiden Jokowi menegaskan tidak akan intervensi atas proses hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang terkena kasus dugaan penistaan agama.

“Jadi sudah ada penegasan dari Pak Jokowi yang tidak akan melakukan intervensi proses hukum Ahok,” terang Ketua umum PB Tarbiyah, Basri Bermanda, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam menemui Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (1/11/2016). Ormas Islam tersebut yang bertemu Jokowi terbagi dalam tiga rombongan yakni, rombongan MUI (Majelis Ulama Indonesia), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Hadir dalam acara itu, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqll Sirad dan yang lainnya. “Dalam persoalan Ahok, Pak Jokowi telah menyerahkan kepada aparat penegak hukum,” papar Basri mengutip keterangan Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Masih mengutip keterangan Jokowi, Basri menjelaskan sejumlah saksi di Kepulauan Seribu sudah dipanggil. Selain itu, Ahok telah datang sendiri menemui penyidik Mabes Polri untuk diperiksa.

Ahok dilaporkan menistakan agama setelah menyebut surat Al Maidah 51 dalam pertemuannya dengan warga Kepulauan Seribu. Ia telah meminta maaf. (Ayoe)