www.korannasional.com–Polda Metro Jaya meminta organisasi keagamaan, terutama Front Pembela Islam (FPI), untuk tidak berbuat rusuh saat melakukan aksi unjuk rasa pada 4 November mendatang. Polda Metro mempersilakan warga untuk mengungkapkan aspirasi asalkan dengan cara-cara yang damai.

Hal itu dikatakan Wakil Kepala Polda (Wakalpoda) Metro Jaya Brigjen Pol Suntana di Jakarta, Sabtu (29/10/2016). Polda Metro Jaya juga telah mendapatkan informasi terkait rencana massa dari luar Jakarta yang akan datang pada Minggu, (30/10/2016) sore.

“Informasi yang kami dapat seperti itu, sehingga pengamanan harus diantisipasi secara optimal,” ujar Wakapolda.

Dikatakan, untuk mengantisipasi aksi demonstrasi itu, otoritas Polda Metro Jaya telah mempersiapkan 7.000 personel. Untuk tetap menjaga situasi kondusif di Ibu Kota, semua pihak diminta untuk berunjuk rasa secara damai.

Orang nomor dua di Polda Metro itu mengimbau pihak-pihak yang berunjuk rasa untuk menyalurkan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarki. Warga dari luar juga diimbau untuk tidak datang ke Jakarta. Aksi demo sebaiknya dilakukan tempat masing-masing, sehingga Jakarta bisa dijaga dengan aman dan kondusif.

“Polisi akan melakukan pengamanan khusus di bandara, terminal, dan stasiun pada 4 November nanti sesuai standar prosedur. Konsentrasi pengamanan diprioritaskan di berbagai lokasi yang dimungkinkan adanya kerawanan bentrok dan konflik,” tutur Wakapolda. (Mas Tete)