www.korannasional.com – Tren positif terus dihamparkan Depok United. Tim Macan Muda Margonda ini bukan hanya mampu bertakhta di fase pertama grup. Tim embrio Persikad Depok ini juga mampu menjaga konsistensi pada babak 24 Besar Piala Suratin U-17 Jawa Barat.

Kini, berada di Grup M, Depok United membuka kampanyenya dengan mulus. Pada laga pertama di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu (30/10), Rendi Gunawan dan kawan-kawan melibas Bareti Subang 2-0. Mohamad Alief Jauzi Muazham dan Bagas Raditya Eka Candra jadi pembeda laga. Permainan apik keduanya melahirkan gol pada menit 40 dan 70.

Kedua tim saling jual beli serangan sejak kick-off. Banyak peluang yang dirangkai dan mengancam. Tapi, Depok United akhirnya mampu memecah kebuntuan. Alief mencatat namanya di papan skor pada lima menit jelang jeda. Sebuah shooting dari area 12 pas mengoyak gawang Bareti. Skor 1-0 bertahan hingga 45 menit pertama.

Pelatih Wahyu Ramadhani yang menurunkan pemain terbaiknya, bermain lebih efektif pada babak kedua. Tekanan yang dilancarkan Aditia Gigis dan kawan-kawan membuat panik pemain belakang Bareti. Kesalahan fatal pun terjadi. Bayu Yudha Pratama diganjal di daerah terlarang. Kontan wasit langsung menunjuk titik putih. Bagas dengan mudah mengeksekusinya dan mengunci kemenangan jadi 2-0.

Pertandingan berikutnya Depok United melawan Football Plus dari Bandung, Selasa (1/11). Ini jadi laga pamungkas. Kemenangan akan mengantar Depok United sebagai juara Grup M. Praktis berhak berhak ke babak 8 besar.

“Terima kasih kepada Depok United Mania. Dukungannya telah membuat kami bermain lebih bertenaga dan kembali memetik kemenangan. Semoga kami akan terus melangkah dan lolos ke fase berikutnya,” kata Wahyu.*

Kemenangan ini juga disambut hangat manajer tim Hendrik Tangke Allo. Dia sangat bangga melihat permainan Bayu dan kawan-kawan. Dikatatakannya ritme mereka terus terjaga laga usia.

“Ini kemenangan yang luar biasa setelah juara grup di fase pertama. Kini, anak-anak tetap pol-polan, walaupun secara fisik sudah mulai kendur. Tapi, semangat dan kerja keras mereka telah mengubah pertandingan,” tututr Hendrik Tangke.*suryansyah