www.korannasional.com– Memasuki musim penghujan, berdampak pada melonjaknya harga sayuran. Salah satunya, cabai merah berbagai jenis. Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Purwakarta, mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, normalnya hanya Rp 20 ribu per kilogram.

Wahyudin (29 tahun), pedagang sayuran di Pasar Rebo Purwakarta, mengatakan mahalnya harga cabai merah ini akibat banyak petani yang gagal panen. Gara-gara, tingginya curah hujan. Sehingga, suplai untuk pasar-pasar menjadi berkurang. “Biasanya, saya dapat jatah satu 50 kilogram per hari, sekarang berkurang drastis,” ujarnya, Minggu (30/10/2016).

Menurutnya, suplai dari bandar berkurang mencapai 50 persennya. Itupun, harganya sangat mahal. Dengan naiknya harga dari bandar, maka pedagang pun menaikan harga juga.

Selain cabai merah, lanjut Wahyudin, hampir semua sayuran juga mengalami kenaikan. Kecuali, bayam, timun, dan kangkung. Adapun, kenaikan yang paling mencolok juga terjadi pada kentang dan tomat. Kenaikannya rata-rata 30 persen dari harga normal. “Tomat ukuran sedang saat ini harganya mencapai Rp 16 ribu,” ujarnya. 

Sedangkan, harga kentang ukuran sedang mencapai Rp 20 ribu ribu per kilogram. Adapun, kentang kualitas super harganya mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Kondisi mahalnya sayuran ini, memang selalu terjadi di musim penghujan. “Beruntung, permintaan tetap stabil,” ujarnya.

Naiknya harga sejumlah sayuran, dikeluhkan sejumlah pedagang warung nasi. Terutama, kenaikan harga cabai merah dan tomat. Pasalnya, dua jenis sayuran ini paling banyak dibutuhkan oleh pedagang warung nasi.

“Masakan saya, kebanyakan menggunakan bahan dasar cabai merah,” ujar Yani Suryani, pedagang warung nasi di Jalan Kemuning, Purwakarta. Biasanya, sehari menggunakan cabai merah sampai dua kilogram. Sekarang, harus dikurangi 50 persennya. Karena, harganya yang mahal. Sedangkan, harga nasi rames tetap sama tidak ada kenaikan. Yakni, Rp 15 ribu dengan goreng ayam. (Ayu)