www.korannasional.com–Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan terkejut saat mendatangi pabrik pembuatan obat palsu dan jamu ilegal di Komplek Pergudangan Centra Cakung kawasan Cakung, Jakarta Timur. Pasalnya, alat-alat yang ditemukan lebih hebat dari yang dimiliki oleh Polri dan lebih mahal.

“Tidak mungkin dengan biaya yang kecil, karena dari mesinnya cukup berkualitas. Malah dari mesin yang kita punya di RS Polri katanya kalah dengan mesin ini,” ujar Iriawan di Cakung, Jakarta Timur, Jumat, (28/10/2016).

Iriawan menduga pasti ada pihak lain yang terlibat karena dari hasil obat sendiri susah dibedakan antara yang asli dan palsu selain itu modal yang dibutuhkan terlalu besar sehingga pasti ada yang menjadi pemodal.

“Oleh karena itu saya minta Pak Dirkrimsus (Kombes Pol Fadil Imran) mengungkap sampai ke akarnya, baik itu mesin, penyandang dana, konsultannya, bahan bakunya, mana yang distribusi. Kalau rumah sakit beli, kenapa dibeli, murah mungkin, memang ada diskon? Dan sebagainya,” imbuhnya.

Namun, kata Iriawan, pihaknya belum mengetahui rumah sakit mana saja yang memesan atau sudah masuk obat-obat palsu tersebut.

“Belum, makanya kami koordinasikan dengan BPOM. Karena dari BPOM juga melihat, orang awam akan melihat obat ini seperti asli karena ada kode digitalnya. Ini sudah cukup sempurna pemalsuannya, oleh karena itu kita curigai pasti ada konsultan yang biasa mencetak obat ini, atau pernah kerja, atau mungkin menjadi trainer di sini,” katanya.

Dari pengerebekan tersebut polisi mengamankan satu orang berinisial RS (38) yang diduga sebagai pemilik usaha tersebut dan kini telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal ​197 dan pasal 198 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00. (Mas Tete)