>

www.korannasional.com – Tanah seluas 180-an hektare di bilangan Juanda, Depok dibidik Walikota Depok Muhammad Idris untuk pembangunan stadion bertaraf nasional atau internasional. Orang nomor satu di Kota Depok itu mengaku sudah berbicara dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurut Idris dirinya bertemu Jokowi di Istana Presiden bulan lalu. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan aspirasi masyarakat Depok yang menginginkan adanya sebuah stadion bertaraf nasional atau internasional.

“Saya curhat kepada presiden, tapi resminya belum. Saya maunya Depok punya stadion, tapi saya bilang tidak punya lahan. Kira-kira begitulah curhat saya,” kata Idris, Senin (24/10).

Idris menyebutkan ada tiga titik yang kemungkinan bisa dijadikan lahan. Sejauh ini Idris melihat ada tiga wilayah yang bisa dijadikan stadion, yakni di Tapos, Bojong Sari, dan RRI Jalan Juanda. “Tapos sekarang sudah dimiliki kementerian keuangan, karena ada kasus. Itu pun asetnya masih kategori RPH atau Ruang Publik Hijau. Bojong Sari ada beberapa lahan yang bisa kita ajak kerja sama. Ketiga, RRI yang jadi aset negara. Saya lebih cenderung tanah RRI,” ujarnya.

Tanah RRI luasnya sekitar 180-an hektare. Sejauh ini aset negara itu dikelola oleh RRI. Tapi, faktanya sekarang diabaikan begitu saja. Malah jadi sebuah tempat yang liar.

“Kalau kita tertibkan wilayah tersebut, syukur-syukur pemerintah pusat memberikan hadiah kepada kita, sehingga bisa djadikan fasilitas publik,” tutur Idris.

Pemkot Depok tampaknya juga sudah berkaca kepada daerah penyangga Jakarta lainnya seperti Tangerang, Bekasi dan Bogor yang sudah memiliki stadion bertaraf nasional. Kini dengan munculnya tim sepakbola Depok United, ‘anak dari’ Persikad Depok, diharapkan rencana pembangunan stadion bisa dilakukan sebelum 2018.

“Pengajuan anggaran pembangunan stadion sepakbola yang memiliki sarana lengkap memang menjadi salah program Pemkot Depok,” orang nomor satu di Kota Depok itu melanjutkan.*suryansyah

LEAVE A REPLY