www.korannasional.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok punya cita-cita indah. Kota Depok ingin bebas sampah! Kota berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa itu pun terus mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah.

“Program ini harus prioritas. Depok ingin jadi kota yang bersih, indah, dan nyaman,” tegas Walikota Depok Mohammad Idris kepada wartawan di Rumah Makan Mang Kabayan, Senin (24/10).

Menurut orang nomor satu di Kota Depok itu, program ini sesuai target pemerintah pusat yang menginginkan Indonesia bersih pada 2020. Sesuai amanat UUD no.18/2008 tentang pemberdayaan sampah yang diperkuat dengan Perda no.5/2012.

Karena itu, Idris mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya dalam memajukan Kota Depok. Salah satu program unggulan yang dijalankan yaitu menjadikan Depok Zero Waste City atau Kota Bebas Sampah.

“Untuk menangani permasalahan sampah yang luar biasa, kami akan terus melakukan berbagai tindakan agar lima tahun ke depan Depok dapat terbebas dari sampah,” tuturnya.

Diakui ini tidak mudah untuk mewujudkannya. Dibutukan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait. Dia mengimbau masyarakat untuk tertib dalam membuang sampah serta terbiasa dengan pemilahannya. Mengingat seiring bertambahnya penduduk, maka jumlah sampah akan terus meningkat.

Saat ini tiap hari sampah di Depok jumlahnya 1.250 ton, sedangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cipayung, hanya bisa menampung 750 ton/hari. Karena itu, Pemkot Depok memberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta untuk mengatasi persoalan.

Meningkatnya jumlah sampah juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku hidup manusia. Contohnya, dahulu masyarakat menggunakan popok kain untuk bayi tetapi sekarang menggunakan popok sekali pakai atau pampers. Dengan perubahan perilaku tersebut, setiap harinya produksi sampah dapat mencapai 10 ribu ton.

Idris berharap masyarakat harus mulai peduli terhadap keberadaan sampah minimal di lingkungan sekitarnya untu melakukan pemilahan sampah. Untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah non-organik dapat dibawa ke bank sampah untuk dilakukan daur ulang. Selanjutnya, sampah residu diserahkan ke TPA.

“Mari kita sama-sama menciptakan Depok menjadi kota yang bersih, indah, dan nyaman,” imbuh Idris. *suryansyah