www.korannasional.com – Buuuk…! Pemain Depok United mendapat bogem mentah. Dia diserang pemain Buaran Putra Bekasi. Aksi tak terpuji itu terjadi usai pertandingan. Depok United menang dramatis 2-1 setelah gol telat Syah Zulya meruntuhkan gawang Buaran Putra. Tak lama berselang wasit meniup peluit panjang.

Pemain Depok United sejatinya hanya jadi pelampiasan emosi mereka. Sasaran utama pemain Buaran Putra adalah wasit dan asistennya. Mereka belum bisa menerima kekalahan. Karena hasil tersebut memuluskan Depok United ke putaran kedua. Sedangkan Buaran Putra harus berjibaku dengan Gapura FC untuk menentukan tiket runner-up.

Laga kedua Piala Suratin U-17 Jawa Barat di Lapangan Mako Brimob Depok, Senin (24/10) itu memang berlangsung seru dan menegangkan. Kedua tim silih berganti saling menyerang. Depok United unggul lebih dulu lewat sepakan Bagas Raditya Eka Candra di babak pertama. Buaran Putra menyamakan kedudukan 1-1 melalui sundulan indah Wahyudi Ibrani.

Hingga menit-menit akhir skor masih sama kuat. Tapi, petaka datang bagi Buaran Putra jelang laga usai. Sebuah tendangan voli Zulya mengubah keadaan untuk kemenangan Depok United.

Tapi, pemain Buaran Putra menyerbu hakim garis di sudut lapangan. Pun mengomeli wasit dengan nada tinggi. “Itu offside sit…! pekik anak-anak Buaran Putra yang meminta gol tersebut dianulir.

Wasit dan asisten bergeming. Gol tersebut dinyatakan sah. Tak lama berselang setelah bola diletakan di titik tengah lapangan, wasit meniup peluit panjang.

Kontan, para pemain Buaran Putra menyerbu wasit dan asisten. Mereka mendorong dan memakai. Kontan suporter Buaran Putra terpancing dan ikut menyerbu. Panitia pertandingan dan suporter Depok United pun tersulut. Kericuhan pun tak terelakan. Beberapa pemain Buaran Putra berteriak. “Itu dia pemain yang offside…! Mereka pun menyerbu pemain Depok United. Panitia berusaha melerai, tapi malah suporter, ofisial dan pemain Buaran tak terima.

Sayangnya, tuan rumah tak menyiapkan aparat keamanan di lapangan. Ironisnya pertandingan justru digelar di markas Brimob Kelapa Dua, Depok.

Manajer Depok United Hendrik Tangke Allo pun mengaku sempat emosi. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Depok ini mencoba melerai tindakan yang tak terpuji itu. Tapi, tak diterima oleh pihak Buaran Putra.

“Saya nyaris naik darah. Saya bilangin baik-baik malah ngeyel. Saya di sini siap kalau harus berantem buat kalian (Depok United),” tukas Hendrik Tangke.*suryansyah

LEAVE A REPLY