www.korannasional.com – AC Milan mengawali kompetisi dengan kemenangan dramatis atas Torino, skor 3-2. Selanjutnya, Milan diajari cara bermain sepak bola yang baik dan benar dari Napoli, 2-4.

Belum cukup luka di Stadion San Paolo, eh penggawa Milan diberi bubuk garam yang membuat pedih. Itu karena mereka kembali kalah dari Udinese.

Tapi, semua berubah setelah negara api menyerang. Tepatnya, ketika Montella murka seusai kekalahan di San Siro pada 11 September lalu.

Dikutip dari La Gazzetta dello Sport, saat itu pelatih Milan Vicenzo Montella memberi ultimatum kepada pemainnya. Pilihannya, cuma dua: Menang atau harus meraih tiga poin!

Alias, Montella memberi opsi kepada para pemain jika masih ingin diturunkan harus tampil bagus di lapangan. Jika tidak, siap-siap mereka hanya jadi penghuni bangku cadangan, termasuk Carlos Bacca yang sempat angin-anginan.

Terbukti, kemurkaan Montella berujung positif dengan sepekan kemudian membawa pulang tiga poin dari Sampdoria. Selanjutnya, Milan nyaris tak terbendung di Seri A, termasuk dengan mempermalukan Juventus 1-0.

Mau tidak mau, suka enggak suka, titik tolak kesukesan Milan terjadi seusai takluk dari Udinese. Maklum, saat itu mereka sudah mendapat luka, eh malah dibubuhi garam yang membuat pedih.

Namun, seperti halnya jamu itu pahit tapi membuat sehat, begitu juga yang dialami Giacomo Bonaventura dan kawan-kawan. Sebab, seusai kekalahan itu, Milan kini nyaman bertengger di peringkat tiga Seri A dengan 19 poin.

Sejatinya, nilai mereka sama dengan AS Roma yang dini hari WIB tadi mengalahkan Palermo 1-4. Namun, Milan kalah selisih gol dari “I Giallorossi”, 16-11 (surplus lima gol) berbnding 23-11 (+12).

Meski enggan berbicara scudetto, pada dasarnya Montella merupakan pribadi yang ambisius. Untuk itu, pelatih 42 tahun ini terus menggenjot semangat skuatnya untuk terus mempertahankan konsistensi permainan.

Montella meminta timnya untuk tidak larut dalam euforia. Itu karena mereka sudah ditunggu Genoa pada midweek Seri A di Stadion Luigi Ferraris, Selasa (25/10).

Ya, kemenangan atas Juventus tidak ada artinya jika Milan tersungkur di markas Genoa. Semoga mereka tidak seperti rival sekotanya, yang sukses mempermalukan “I Bianconeri” tapi berujung mempermalukan diri sendiri.*

9 Pertandingan Milan di Seri A Musim Ini
21/8 Milan 3-2 Torino (Bacca 3)
27/8 Napoli 2-4 Milan (Niang, Suso)
11/9 Milan 0-1 Udinese (-)
16/9 Sampdoria 0-1 Milan (Bacca)
20/9 Milan 2-0 Lazio (Bacca, Niang)
25/9 Fiorentina 0-0 Milan
2/10 Milan 4-3 Sassuolo (Bonaventura, Bacca, Locatelli, Paletta)
16/10 Chievo 1-3 Milan (Kucka, Niang, Dainelli/BD)
23/10 Milan 1-0 Juventus (Antonelli)

Statistik Milan Musim Ini
Posisi: 3
Nilai: 19
Pertandingan: 9
Menang: 6
Imbang: 1
Kalah: 2
Gol: 16
Kebobolan: 11
Rasio gol per pertandingan: 1,7
Rasio kebobolan: 1,2