www.korannasional.com–Direktur Bela Negara dan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muhammad Faisal mengungkapkan perlunya mewaspadai adanya ancaman Hibrida yang bisa mengancam keutuhan NKRI. Menurutnya, saat ini ancaman kedaulatan berupa militer dan non militer. Ia menjelaskan, ancaman non militer merupakan usaha tanpa bersenjata yang dinilai mempunya kemampuan membahayakan atau berimplikasi mengancam kedaulatan dan keselamatan segenap Negara. Ia mencontohkan, kegiatan yang berdimensi ekonomi, politik, social budaya, keselamatan umum, teknologi dan legislasi. “Perlu diwaspadai saat ini bukan hanya ancaman militer, tapi ancaman hibrida. Yaitu:ancaman yg memadukan ancaman militer dannonmiliter. Bisa  berupagabungan ancaman konvensional, asimetrik,cyber warfare,  dan war by proxy. Selain itu, ancaman hibrida dapat juga berupa gabungan serangan nuklir, biologi,  senjata kimia, alat peledak improvisasi  danperang informasi, “ ujarnya dihadapan 250 perwakilan pimpinan Pesantren  dalam acara Halaqoh Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan Gerakan Dakwah Aswaja  Bela Negara.  Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji, Rabu (19/10)

Dirinya mengungkapkan bahwa ancaman ke depan semakin komplek dan sulit terdekteksi. Pasalnya, adanya ancaman yang nyata seperti: terorisme, radikalisme, bencana alam, pencurian kekayaan alam, perompakan, wabah penyakit, pelanggaran berbatasa, serangan cyber dan spionase narkoba dan lainnya. Ia tetap mengingatkan adanya ancaman yang belum nyata seperti: konflik terbuka atau perang konvensional namun kemungkinan kecil terjadi.

Dikatakannya, dengan beragam ancaman yang kompleks tersebut perlu adanya upaya membela kedaulatan Negara melalui kegiatan bela Negara. Pasalnya, agar keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI tetap terjaga,. Untuk itu, bela Negara ini dilakukan oleh seluruh Warga Negara, Lembaga Negara, Lembaga Kemasyarakatan, Parpol ( Supra dan Infrastruktur Politik ). “Kalau Negara menghadapai ancaman, maka bukan hanya TNI saja yang berjuang. Namun, seluruh rakyat turut serta berjuang mempertahankan kedaulatan dari ancaman,“terangnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Menteri Sosial, Kapolri dan lainnya. (Aan)