www.korannasional.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mencatat jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat sebanyak 1.640 orang. “Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah hingga penghujung tahun,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Pemkot Depok, Rani Martina di Balaikota Depok, Jumat (21/10).

Rani mengungkapkan, warga Depok yang terjangkit DBD terus meningkat setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2014 tercatat 970 penderita DBD dan pada 2015 jumlah penderita DBD naik menjadi 1.748. “Kami minta warga harus waspada untuk meningkatkan pencegahan perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty, nyamuk penyebab penyakit DBD,” imbuhnya.

Dari data lima tahun terakhir, terang dia, kasus DBD mulai naik kembali pada Oktober hingga Januari. Hal itu sesuai dengan grafis naik turun DBD. “Untuk itu, warga diminta menerapkan 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas serta melajukan pencegahan seperti memberikan bubuk abate, menanam tanaman mengusir nyamuk,mengatur cahaya dan ventilasi rumah serta jangan menggantung pakaian,” jelas Rani.

Dia mengutarakan, untuk menekan angka penderita DBD, pihaknya melakukan berbagai cara dalam meminimalisir penyebaran penyakit DBD yang subur di saat musim penghujan. “Kami rutin melakukan penyuluhan di RT dan RW, melakukan fogging dikawasan yang diduga epidemi DBD, pemberian bubuk Antar ke warga, bahkan kami telah membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) disetiap kelurahan,” tuturnya.

Kepala Operasional RSUD Depok, Riyanto mengungkapkan pada tiga bulan terakhir 2016, tercatat pasien DBD pada Agustus ada 111 pasien, pada September ada 89 pasien, pada Oktober ada 36 pasien. “Kami akan memberikan penanganan secara intensif untuk penyembuhan pasien DBD,” terangnya. (Ipul)