>

www.korannasional.com–Sebanyak 19 pelaku yang melakukan pemerasan atau pungutan liar di salah satu proyek perumahan Lakeside Park Bumis Serpong Damai (BSD), Kec. Pagedang, Kabupaten Tangerang berhasil diciduk jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, mereka meminta uang parkir, keamanan dan penurunan barang material untuk proyek perumahan tersebut.

“Mereka berhasil diciduk saat melakukan aksinya di sekitar lokasi perumahan Likeside Park BSD Kecamatan Pagedang berkat informasi dan laporan warga sekitar terhadap aktivitas aksi pungli yang berkedok organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ayi Supardan didampingi Kasat reskrim Plres setempat AKP Alexander Yuriko Hadi dan Kabag Humas setempat AKP Mansuri, Kamis (20/10/2016).

Kesembilanbelas pelaku antara lain B, M, JK, AD, S, MS, A, N, EB, H, J, AM, S, ASR, M, AE, DM dan S. Hampir setiap hari meminta uang jago atau pungutan liar (pungli) ke pengembang pryek dengan alasan uang keamanan, parkir kendaran serta penurunan barang material dari truk.

Menurut AKBP Ayi, sejumlah pelaku hampir setiap hari mengintai dan memantau truk yang akan masuk di pintu gerbang kawasan tersebut khususnya pembawa barang material. Setiap sopir dimintai uang Rp 10 ribu dan kemudian akan dikenakan tambahan biaya lagi saat parkir dan menurunkan barang material.

“Untuk penurunan barang material seperti pasir dikenakan Rp 120 ribu/truk, semen harus bayar Rp 1000/sak, batu kali Rp 100 ribu/truk, batu bata merah Rp 30 ribu/truk dan menurunkan baja ringan Rp 45 ribu/unit rumah,” ujar AKBP Ayi Supardan.

Mendapatkan informasi dan keluhan masyarakat tersebut jajaran Polres Tangsel melakukan penyamaran dan berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) serta berhasil menciduk 19 orang pelaku dengan barang bukti berupa uang Rp 6.158.000, 18 karcis parkir, satu stempel, amplop dan kayu penghalang di depan pintu gerbang.

Hasil kegiatan pungli yang dilakukan 19 oknum tersebut mencapai Rp 9,7 juta/hari dan ancaman hukuman terhadap mereka Sembilan tahun kurungan penjara, imbuh AKBP Ayi Supardan yang meminta masyarakat atau warga tak melakukan hal yang melanggar hokum karena tak ada manfaatnya.

Ditambahkan Kasat reskrim AKP Alexander Yuriko Hadi, kegiatan OTT itu dilakukan satu hari setelah adanya pengaduan dari masyarakat terhadap aktivitas kelompok tersebut yang sudah sangat meresahkan.

Sedangkan, AD,33, warga sekitar yang tertangkap OTT polres Tangsel, mengatakan dirinya bukan pelaku pemerasan karena dirinya hanya sebagai tukang kuli panggul bongkar muat barang material yang sudah kerja selama dua bulan. “Saya tidak memalak tapi kerja mulai Pukul. 07:00 hingga 18:00 untuk pakaian seragam dibeli bekas,” tuturnya. (Mas Tete)

LEAVE A REPLY