www.korannasional.com – Spanduk penolakan pengecoran jalan di sekitar jembatan Sayuti, perbatasan antara wilayah Depok dan Bogor terbentang. Aksi itu mewakili ratusan warga di Rukun Tetangga (RT) 01, 02, 05 RW 09 Desa Rawa Panjang, RT 01 RW 16 Rawa Panjang, dan RT 04 RW 011 Desa Pabuaran, Kabupaten Bogor.

Warga dengan tegas menolak pengecoran jalan di sekitar jembatan Sayuti yang menjadi perbatasan antara Kota Depok dan Bogor. Warga menuntut Pemkot Bogor dan Depok untuk melakukan pendalaman atau keruk kali sebelum penebalan jalan.

Jika hanya pengecoran jalan saja, dikhawatirkan ratusan rumah warga dari tiga desa itu bakal tenggelam. Selama ini banjir di tempat tersebut memang sangat memprihatinkan. Tingginnya jembatan dan dangkalnya kali membuat air tumpah ke jalan dan bisa mencapai satu meter. Sedangkan di pemukiman atau rumah, air bisa masuk mencapai sepinggang orang dewasa.

“Memperbaiki jalan itu gampang, tapi pembuangan air juga harus dipikirkan. Kalau jalannya ditinggikan, praktis rumah di sekitar sini akan tenggelam,” kata Ade Junaedi, salah satu warga RW 09 di Desa Rawa Panjang.

Sejauh ini jalan tersebut memang jadi akses dua wilayah antara Bogor dan Depok. Jika air tumpah luapannya bisa menembus ke perumahan Permata Depok yang ada di belakangnya. Terlebih kali di daerah tersebut sangat dangkal, sehingga aliran air tersendat.

Sejak minggu lalu, pengecoran jalan tengah dilakukan di sepanjang Kampung Utan yang masuk wilayah Depok. Ketebalan mencapai sekitar 5 cm. Tapi, jika sudah memasuki jembatan sayuti, penebalan jalan bisa menembus 50 cm, karena daerah tersebut sangat rendah.

Manto, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, menanggapi aksi protes warga tersebut. Menurutnya pelaksanaan pengecoran itu sudah melalui proses yang panjang. Baik dari perencanaan hingga pelaksanaan. “Ini pun untuk kenyamanan bersama terkait sarana dan prasarana jalan,” kata Manto.

Terkait tuntutan pengerukan katanya akan menjadi perhatian. Ia sangat memahami dan menghargai permintaan masyarakat setempat. “Bila pengerjaannya cukup sederhana, kami akan menggunakan alat berat dan Satgas yang Dinas Bimasda miliki,” tuturnya.

Tapi, ia berharap kepada warga agar pelaksanaan pengecoran jalan yang sudah terjadwalkan tersebut harus didukung. “Mengingat itu wilayah perbatasan, Pak Walikota telah langsung bertemu dengan Bupati Bogor dan akan ditindaklanjuti Dinas Binamarga Kabupaten Bogor. Ketua LPM juga sudah memberikan pengertian kepada masyarakat yang wilayahnya dicor itu sebagai bagian dari perbatasan antara Bogor dan Depok.”*suryansyah