www.korannasional.com–Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkuham) RI yang jatuh pada tanggal 30 Oktober nanti, Kantor Imigrasi kelas II Depok dan seluruh kantor Imigrasi di Indonesia melakukan gerakan empati paspor.

Gerakan empati paspor ini adalah gerakan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan rasa empati. Pada prinsipnya pelayanan paspor sama, bedanya ada pada nuansa yang ditampilkan seperti musik kecil dan snack dan kopi.

”Sebagai refreshing agar masyarakat tidak cepat merasa jenuh sebelum mendapat antrian pelayanan,” kata Kepala Imigrasi Kelas II Depok, Dudi Iskandar, Senin (17/10/2016).

Kemudian kata dia, seluruh pegawai di Imigrasi seluruh Indonesia dan di lingkungan Imigrasi Depok hari ini serentak memakai pakaian-pakaian adat nasional. Hal ini untuk menunjukkan ke Bhinekaan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini dimulai hari ini, dan akan berlangsung hingga tanggal 28 Oktober. Khusus untuk pakaian adat hanya hari ini saja,” terangnya.

Tak hanya mengenakan pakaian adat saja, Imigrasi Depok juga menempatkan group band akustik di pintu masuk supaya masyarakat dapat mendengarkan lagu.

“Pada hari ini kita sedikit menampilkan perbedaan dalam pelayanan, para pegawai selain mengenakan pakaian adat namun juga wajib memberi salam tangan ditaruh ke pundak kiri lalu bilang siap membantu,” ungkapnya.

Sementara itu proses pelayanan pembuatan paspor untuk di kantor Imigrasi Depok sendiri rata-rata antara 150–200 orang. “Bagi lima pemohon dapat mendapat souvenir cantik payung yang bisa dibawa pulang gratis,” tambahnya.

Selain itu untuk mensukseskan program anti pungli oleh pemerintah, Dudi menambahkan sudah menjadi suatu komitment tinggi memerangi pungli. “Bagi siapa pegawai yang ketahui pungli, oleh kita akan diproses sesuai peraturan yang ada,” tutupnya. (Wahyu)