www.korannasional.com – Plt Ketua Umum PSSI Hinca Pandjaitan dilengserkan dari kursinya. Kelompok 85 yang berisi 92 pemilik suara Kongres PSSI menilai Sekjen Partai Demokrat itu plin plan.

Pernyataan Hinca yang memaksakan Kongres PSSI di Makassar jadi penyebabnya. Pasalnya, sehari sebelumnya, Kamis (14/10), PSSI dan Kemenpora sepakat kongres digelar di Jakarta. Pernyataan itu membuat Kelompok 85 menarik mandat jabatan Plt Ketua Umum Hinca. Kelompok 85 kembali menegaskan dukungan terhadap rekomendasi Pemerintah melalui Kemenpora agar Kongres Pemilihan digelar di Jakarta.

Dengan dicabutnya mandat terhadap Hinca Pandjaitan ini, kemungkinan bisa terjadi kekisruhan baru dalam kepengurusan PSSI. Sebab, mandat kepada Hinca Pandjaitan hanya bisa dicabut melalui Kongres, sepertinya halnya pemberian mandat yang diberikan pada KLB PSSI di Ancol, Agustus 2016 lalu.

Kemungkinan paling buruk lagi adalah Kelompok 85 bisa menggelar kongres sendiri, setelah nantinya berkoordinasi dengan FIFA dan AFC. Pencabutan mandat terhadap Hinca pada Jumat 14 Oktober 2016 dilaporkan kepada FIFA.*

Kelompok 85
1. Bahwa Voters Kelompok 85 tetap hanya mengakui Rekomendasi Pemerintah/Menpora Kongres PSSI 17 Oktober 2016 yang semula di Yogyakarta menjadi di Jakarta.

2. Bahwa Voters Kelompok 85 sepenuhnya mendukung hasil pertemuan antara Menpora, Plt Ketua Umum PSSI, Ketua Komite Pemilihan PSSI Agum Gumelar, yang sudah menyepakati Kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jakarta.

3, Bahwa Kamis 13 oktober 2016 malam ada pernyataan dari Plt.Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan menyebutkan Kongres 17 Oktober 2016 tetap di Makassar adalah pernyataan sepihak dilakukan oleh sdr. Hinca Panjaitan.

4. Mencermati perkembangan tersebut voters Kelompok 85 mengambil sikap sebagai berikut:

a. Bahwa Anggota Voters Kelompok 85 PSSI menarik mandat yang telah diberikan kepada Sdr. Hinca Panjaitan selaku Plt. Ketua Umum PSSI yang diberikan saat KLB PSSI pada 3 Agustus 2016 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.

b. Bahwa sdr. Hinca Panjaitan sudah tidak mau mendengar lagi saran dan Rekomendasi dari Anggota Voters Kelompok 85 PSSI dan Rekomendasi Pemerintah/Menpora.

c. Sdr. Hinca Panjaitan sudah bertindak atas nama Organisasi PSSI, tapi tidak mendengar saran dan masukan kami sebagai pemilik suara sah Anggota PSSI yang berjumlah 92 voter Anggota PSSI.

d. Bahwa kami Voters Kelompok 85 tetap mendukung sepenuhnya Rekomendasi Pemerintah Kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jakarta.

e. Bahwa kami menarik Mandat yang telah kami berikan kepada sdr. Hinca Panjaitan sebagai Plt.Ketua Umum PSSI.