www.korannasional.com – Wali Kota Depok, Jawa Barat, Idris Abdul Shomad, kecewa dan marah ketika mendapat kabar tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemadam Kebakaran (Damkar) terlibat pesta narkoba. Idris pun berencana akan melakukan tes urine kepada para PNS Pemkot Depok, termasuk wartawan peliput Kota Depok.

Hal itu dikatakannya usai memberikan penghargaan kepada atlet Depok berpestasi yang meraih medali pada PON XIX Jabar di Balaikota Depok, Kamis (13/10).

Idris mengatakan apa yang dilakoni tiga oknum PNS Damkar itu telah mencoreng wajah Kota Depok yang dikenal sebagai kota religius. Tapi, Idris masih menunggu hasil tes urine tiga PNS yang diciduk polisi saat berpesta narkoba, Rabu (12/10). “Kalau positif, kami akan memberikan sanksi tegas,” tandas Idris.

Karena itu, guna mencegah peredaran narkoba di lingkungan PNS Pemkot Depok, ia berencana akan melakukan tes urine. “Saya akan minta seluruh PNS Pemkot Depok melakukan tes urine. Kalau perlu sekalian wartawan yang biasa meliput kegiatan pemerintahan Kota Depok. Kami akan bekerjasama dengan BNNK Depok dan kepolisian,” tandas Idris.

Seperti diketahui tiga oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok yang kedapatan berpesta narkoba jenis sabu dan ganja di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Cipayung, di Jalan TPA Kampung Benda Barat RT 05/06, Cipayung, Depok, Rabu (12/10/2016) malam.

Ketiga oknum PNS Kota Depok itu adalah Musa Al Asyari (42), Cucun (42), dan M Nur (40). Sementara seorang lainnya yang juga bersama 3 oknum PNS itu sedang berpesta narkoba, adalah Purwadi (36) seorang pegawai swasta.

“Mereka berani berbuat, berarti mereka siap menghadapi risikonya. Saya tak akan mentolerir PNS yang tidak bermoral,” tandasnya.

Keempatnya akan dijerat Pasal 112 dan Pasal 127 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara dan minimal 4 tahun penjara.*suryansyah