>

www.korannasional.com – Samsung mengambil langkah spektakuler. Perusahaan elektronik asal Korea itu menyetop produksi ponsel flagship anyarnya, Galaxy Note 7 di seluruh dunia.

“Karena keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama kami, Samsung akan meminta seluruh mitra ritel di seluruh dunia untuk berhenti menjual dan menukar Galaxy Note 7 selagi penyelidikan berlangsung,” sebut Samsung dalam pernyataan resmi.

Samsung meminta para penggunanya mematikan ponsel tersebut. Samsung menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 pada September lalu setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa baterai peranti itu meledak dan mengepulkan asap. Selanjutnya, Samsung mengeluarkan ponsel Galaxy Note 7 edisi pengganti untuk para konsumen.

Keputusan ini dikeluarkan Samsung setelah sejumlah unit baru Note 7 yang sudah ditukar ternyata tetap terbakar. Beberapa kasus terbakarnya Note 7 di antaranya ada yang sampai membahayakan pengguna.

Contohnya, seorang pengguna Note 7 di Kentucky, Amerika Serikat yang mengalami gangguan pernafasan karena asap pekat dari Note 7 miliknya yang tiba-tiba terbakar.

Ini adalah pukulan berat bagi perusahaan elektronik terbesar dunia itu. Padahal, Samsung sudah bersiap menjual kembali unit baru Note 7 di seluruh dunia. Entah bagaimana, unit yang sudah dikatakan aman itu tetap bermasalah.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/10/2016), keputusan menyetop penjualan dan penukaran Note 7 membuat saham Samsung merosot 8%. Kondisi ini pun membuat nilai Samsung di pasar modal menurun USD 17 miliar.

LEAVE A REPLY