www.korannasional.com– Sebanyak 53 calon Tenaga Kera Wanita (TKW) diamankan Polda Lampung pada Senin (3/10) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung mengamankan 53 calon TKW ilegal yang akan dikirim bekerja di luar negeri.

Kasubdit IV Renakta AKBP. Ferdian indra Fahmi mengatakan TKW itu diduga calon korban traficking . Mereka diamankan karena tidak sesuai dengan dokumen.

Keberangkatan mereka ini seperti didoktrin seolah-olah ingin travel tetapi sesampai di tempat tujuan mereka bekerja .

Permohonan pembuatan paspor sendiri direkayasa. Total 53 TKW ini berasal dari Jawa Barat, Banten dan ada Jawa Timur, tidak ada yang berasal dari Bandar Lampung.

Transportasi lewat jalur laut dengan kapal mereka keluar negeri lewat Batam dan Pontianak

Dokumen tidak sesuai dengan jalur yang seharusnya untuk TKW dengan Malaysia, Singapura dan Hongkong

Mereka ke Lampung karena untuk mengurus paspor lebih mudah dibandingkan di Jakarta.
Dugaan keterkaitan dengan Imigrasi masih didalami, tersangka baru 1 org, akan ada penambahan tersangka.

Adapun satu orang yang diamankan WN (41) Warga Bandarlampung dari biro pembuatan izin di kantor Imigrasi yang mengaku sudah satu tahun melakukan aksinya ini.

Sudah dipantau 1 bulan ini prosedur berangkat tidak sesuai untuk pemberangkatan TKW
Paspor yang sudah jadi cukup banyak karena dalam satu hari saja ada 53 org yang diamankan

Mereka tidak dikenai biaya, tetapi bila sudah bekerja akan dipotong 1 x 24 sebelum diberangkatkan

Calon TKW ini bisa tertangkap karena disalurkan dengan badan yang tidak resmi kelengkapan dokumen direkayasa, TKW hanya diminta tanda tangan saja

Salah seorang korban Juleha (21) warga Banten mengaku bahwa berangkat sendiri hanya taunya ditawari bekerja, tetapi ternyata ilegal

“Saya tidak memiliki skill karena tidak pernah mengikuti pelatihan saya hanya dijanjikan bisa kerja keluar negeri dengan gaji besar makanya saya mau,” ujar Juleha.

Hal ini melanggar UU traficking dan pemalsuan dokumen pasal 126 imigrasi Pemalsuan dokumen 263 KUHP dengan hukuman 7 tahun penjara. (Mas Tete)