www.korannasional.com – Ahmad Hanafi Rais, Wakil Komisi I DPR RI, bersama rombongan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menilai bahwa anggaran yang diperuntukkan penanggulangan teroris, khususnya untuk institusi Brimob dan Densus 88 dinilai belum mencukupi.

Ahmad Hanafi, mengharapkan agar pemerintah untuk segera meningkatkan anggaran tersebut seiring tekhnologi yang digunakan teroris yang semakin canggih. Hal ini harus segera disikapi secara serius dengan menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan institusi tersebut.

“Yang harus diperbaiki soal kedisiplinan dan secara keseluruhan komitmen juga harus lebih efektif karena dukungan parlemen mengenai politik anggaran untuk Polri juga semakin lama semakin bagus,” ujar Ahmad Hanafi di Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Rabu (21/9/2016).

Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN), dalam keterangannya, menilai Polri (Brimob) berhak memiliki anggaran lebih agar sistem keamanan bisa lebih baik lagi. Sarannya, untuk hal itu pemerintah jangan terlalu dikompromikan dengan alasan budget atau pemotongan anggaran yang selama ini dilakukan.

Sementara anggota rombongan lainnya, yakni Habib Aboe Bakar Alhabsy dari Komisi III menambahkan, tekhnologi teroris yang semakin canggih harus segera disikapi secara serius. Salah satunya dengan penambahan anggaran untuk Brimob maupun Densus.
“Peran Brimob maupun Densus tadi sudah kita lihat secara profesional artinya memang layak mereka mendapatkan itu, tapi kan kemajuan tekhnologi teroris kan semakin tinggi apalagi kalau pakai kimia atau cyber crime,” katanya.

“Tadi kita lihat secara khusus yang menyangkut men wall, kemanusiaannya oke punya. Evaluasinya masih panjang, kita lihat dari banyak sisi,” katanya lagi.
Ia memastikan, masih banyak perhatian, di antaranya sarana dan prasaran yang dinilainya masih kurang maksimal. “Kalau bisa jangan mematikan manusianya. Tapi bisa menyidang mereka agar tahu asal muasal hingga back groundnya,” ucap dia. (mas tete)