www.korannasional.com–Di Kota Bekasi, masih ada sekitar 150.000 wajib KTP yang belum melakukan perekaman e-KTP. “Ada sekitar 150.000 jiwa yang belum melakukan perekaman e-KTP dari target kami sebanyak 209.000 jiwa,” kata Kabid Pendaftaran Informasi Penduduk (PIP) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Nardi, Jumat (16/9).

Hingga saat ini dari target 209.000 wajib KTP, baru 59.000 yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik.

Dia menjelaskan, hingga saat ini antrean untuk perekaman E-KTP mencapai 1.100 nomor urut. Ribuan nomor urut ini hanya untuk perekaman dan pencetakan E-KTP di Disdukcapil Kota Bekasi.

Nardi mengatakan, selain di Disdukcapil Kota Bekasi, pihaknya juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan perekaman dan pencetakan di kecamatan masing-masing.

“Saat ini sudah ada delapan kecamatan dari 12 kecamatan yang sudah melayani pencetakan E-KTP. Sedangkan, empat kecamatan yang belum ada alat pencetakan E-KTP adalah Kecamatan Bekasi Barat, Medansatria, Rawalumbu, Bekasi Utara, dipersilakan melakukan pencetakan di kantor Disdukcapil. Tapi di luar empat kecamatan itu, bisa dilakukan di kecamatan. Jadi, tidak menumpuk di kantor Disdukcapil,” ujarnya.

Tercatat, dalam tiga pekan belakangan ini terdapat peningkatan antrean mulai dari 500 orang hingga 1.100 warga yang rela antre untuk mendapatkan nomor urut pengurusan E-KTP di kantor Disdukcapil Kota Bekasi.

Padahal, kata dia, pihaknya telah membuka pelayanan pada Sabtu dan Minggu di kantor Disdukcapil, serta di 12 kecamatan bisa melakukan perekaman, dan hanya delapan kecamatan yang bisa melakukan perekaman dan pencetakan E-KTP.

“Totalnya, se-Kota Bekasi warga yang antre mencapai 3.500 orang per hari untuk perekaman dan pencetakan E-KTP,” imbuhnya.

Dia pun, telah mengusulkan untuk melakukan sistem antrean secara online. Warga dapat mengambil nomor antrean tanpa harus datang mengantre di kantor Disdukcapil, cukup dari rumah saja. Setelah tiba waktunya untuk antre, warga akan diberitahu melalui pesan secara online.

“Kita sudah mengusulkan inovasi tersebut ke Bagian Telematika. Mudah-mudahan, tahun depan dapat dilaksanakan inovasi tersebut sehingga dapat memudahkan masyarakat dan tidak ada lagi antrean panjang,” pungkasnya. (Riki)