www.korannasional.com–Nasib memilukan dialami oleh gadis berusia 16 tahun ini. Ia melapor ke polisi karena menjadi korban pencabulan sejumlah pemuda yang baru dikenalnya.

Ibunda korban melaporkan bahwa awal Agustus 2016 putrinya mengenal D melalui facebook. Dari perkenalan itu kemudian D mengajak korban untuk bertemu di salah satu tempat di kawasan Kebon Jahe, Cipare, Kota Serang. Keduanya kemudian bertemu pada 28 Agustus 2016.

“Korban dibawa oleh D ke butik di kawasan Drangong, Taktakan, Kota Serang. Di sana korban dipaksa bermalam kemudian pulang keesokan harinya,” tutur ibu korban, Kepada wartawan Kamis (15/9/2016).

Tidak berhenti di situ, D masih menyimpan keinginan kepada korban. Setelah beberapa hari tidak bertemu, 5 September 2016, D didampingi E menjemput korban dari sekolahnya. Keduanya membawa korban keliling Kota Serang. Malam harinya korban diajak ke Alun-Alun Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Setelah larut malam, korban diajak oleh D dan E ke kamar kontrakkan milik salah satu sahabat pelaku. Di kontrakan itu empat pelaku yakni D, E, B, dan G mencabuli korban . Korban yang teriak dibekap pelaku.

Keesokan harinya barulah korban diantarkan pulang. Setiba di rumah korban akhirnya menceritakan aib yang dialaminya ke orang tuanya. Mendengar laporan dari anaknya, dibantu kerabat, kasus ini kemudian dilaporkan Kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten.

Informasi yang berhasil dihimpun, keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut dengan nomor laporan LP.B/515/IX/2016/Banten/Res Serang, tanggal 10 September 2016 ke Satreskrim Polres Serang. Tiga pelaku yang berinisial B, E, dan D telah diamankan.

Hans Purnama Putra, Wakil Ketua Bidang advokasi dan Reformasi Hukum LPA Banten menegaskan pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga ke tahap persidangan. “Kita akan kawal kasusnya sampai ke tingkat persidangan,” tandasnya. (Mas Tete)