www.korannasional.com– Kantor Arsip dan Perpustakaan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mendata bangunan dan aset peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok. “Kami juga akan terus berupaya melestarikannya. Nantinya, warisan sejarah Kota Depok untuk dijadikan objek wisata,” ujar Kepala Seksi Pengolahan Data Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Agus Hery Wibowo di Balaikota Depok, Jumat (9/9/2016).

Agus mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terkait bangunan peninggalan sejarah. Lalu, akan menyusun kebijakan akuisisi terhadap arsip-arsip sejarah yang masih dikuasai masyarakat. Kebijakan yang akan dibuat tersebut akan dijadikan referensi terhadap penyusunan regulasinya.

Menurut Agus, saat ini pihaknya sudah mengumpulkan beberapa tulisan dan foto-foto terkait peninggalan sejarah Kota Depok. Pemeliharaan dan pengembangan terhadap peninggalan sejarah tersebut baru dapat dilaksanakan setelah diambil alih oleh Pemkot Depok.

“Seluruh bangunan peninggalan sejarah yang ada dapat diakuisisi oleh Pemkot Depok. Selanjutnya, dapat dilakukan konservasi dan perawatan, sehingga masyarakat luas dapat mengetahui apa saja peninggalan sejarah yang ada di Kota Depok,” tuturnya.

Berdasarkan data Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Peninggalan sejarah yang masih ada di Kota Depok diantaranya Gedung Pertemuan Eben Haezer, Gedung SDN Pancoran Mas 2 yang ada di Jalan Pemuda, Jembatan Panus di Jalan Tole Iskandar, The Old House di Margo City Margonda, Bangunan Pabrik Tua Pembakaran Kapur di Jalan Pekapuran, Tugu Peringatan Cornelis Chastelein, Rumah Sakit Harapan, Gereja GPIB Immanuel, Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), dan Rumah Tinggal Presiden Depok. (Riki)

LEAVE A REPLY