www.korannasional.com-Satuan Rerserse Narkoba Polres Depok berhasil mengungkap sebanyak 44 kasus dengan jumlah tersangka 49 orang.

“Selama Agustus 2016, kami berhasil mengungkap 44 kasus dengan jumlah tersangka 49 orang,” ujar Wakapolresta Depok, AKBP Candra Kumara di Mapolresta Depok, Jumat (2/9/2016) lalu.

Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Putu Kholis menambahkan, barang bukti yang disita dari tangan para tersangka yaitu ganja 9 Kg dan shabu 43 gram. Dengan nilai mencapai Rp 105 juta.

“Para tersangka yang kami tangkap ada yang menjadi pengedar, bandar, serta pemakai. Rata-rata para tersangka menjual narkotika jenis sabu dan ganja. Ada juga untuk dipakai sendiri,” terangnya.

Diharapkan lanjut dia, dengan gencarnya operasi pemberantasan narkoba ini dapat meminimalisir dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Depok. “Sasaran para pelaku pengedar narkoba itu, mulai dari warga, pelajar, maupun kalangan mahasiswa. Setidaknya kasus narkotika yang telah kita ungkap dapat menyelamatkan potensi penyalah gunaan narkoba bagi 1.500 orang,” jelas Putu.

Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) Kota Depok, Syaifudin Zuhri mengungkapkan, saat ini Kota Depok, sudah menjadi kota logistik bagi para bandar narkoba sebelum diedarkan dibeberapa kota lain.

“Kami sudah bergerak dan sudah mengetahui daerah mana saja di Kota Depok ini yang kedapatan dijadikan tempat narkoba,” kata Syaifudin.

Lanjut dia, maka pihak BNN berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas dalam memerangi narkoba khususnya diwilayah Kota Depok.

Syaifudin mengingatkan, bahwa dalam memerangi narkoba ditengah masyarakat tidak dapat dilakukan BNN maupun kepolisian. Tapi peran serta masyarakat sangat membantu dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkoba ditengah masyarakat. “Maka dari itu, kami mengajak masyarakat ikut membantu bersinergi dalam memerangi narkoba diwilayah tempat tinggal masyarakat,” imbuhnya. (Mas Tete)