www.korannasional.com–Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, menyebutkan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2016 tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta, Depok, Pemkot Depok komitmen untuk terus menyertakan modalnya .Hal ini dilakukan dengan memasukkan penganggarannya tiap tahun ke dalam APBD Kota Depok.

 “Tiap tahun rata-rata kami menganggarkan sekitar Rp100 Miliar untuk penambahan modal PDAM Kota Depok. Pemberian penambahan modal ini guna meningkatkan pelayanan air bersih dan air minum kepada masyarakat, investasi, serta memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)” ujar Harry, usai pemberian penghargaan pelanggan loyal PDAM Tirta Asasta, Sukmajaya, Depok, Senin (5/9/2016).

Harry menambahkan, penganggaran penambahan modal untuk PDAM, berdasarkan Perda Nomor 3 tahun 2016, dimulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020 mendatang sebesar Rp499 Miliar 94 Juta 500 Ribu. Untuk peruntukkan diserahkan sepenuhnya pada PDAM Tirta Asasta.

“Kami melihat business plan yang telah dibuat PDAM Tirta Asasta memang membutuhkan modal sekitar Rp1,3 Triliun, namun Pemkot hanya bisa alokasikan hampir Rp500 Miliar. Sedangkan sisanya PDAM bisa mencari sendiri. Untuk penggunaan dana kami percayakan pada PDAM untuk mengelolanya” tandasnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta, M. Olik, menjelaskan bahwa sisa kebutuhan modal yang diperlukan PDAM Tirta Asasta akan dicari ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, pihak swasta dan perbankan menjadi target incaran PDAM dalam menambah modal kapitanya.

 Untuk investasi yang saat ini sedang dikerjakan PDAM yakni dengan terus melakukan peningkatan kapasitas produksi. Dua pompa utama yakni di Legong dan Citayam sedang diupayakan menambah jumlah produksi dari 100 liter per detik menjadi 300 liter per detik.

“Dengan penambahan jumlah produksi ini target kami bisa meng-cover kebutuhan air bersih sampai 36 ribu pelanggan. Sedangkan target pendapatan sendiri, kami upayakan mencapai sekitar Rp94 Miliar per tahun,” pungkasnya. (Riki)