www.korannasional.com–
Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, keberadaan 148 siswa ‘titipan’ di SMAN 11 DEPOK itu merupakan kegiatan belajar ilegal. “Itu ilegal, tidak ada ijin mereka menempati ruangan kelas yang sedang dalam proses pembangunan,” kata Idris di Balaikota Depok, Rabu (31/8/2016).

Awalnya tercatat siswa ‘titipan’ itu ada 83 siswa yang menempati 2 ruang kelas, kini bertambah menjadi 148 siswa. 2 ruangan kelas yang semula kosong melompong, kini sudah dipasangi keramik dan di cat, bahkan meja, kursi dan papan tulis telah disediakan oleh para oknum-oknum tak bertanggungjawab, pada Rabu (31/8/2016).

“Jangan dipaksakan kami menerima tekanan dengan cara-cara seperti itu. Kalau merasa dirugikan, siapa yang merugikan. Silahkan mereka lapor polisi kalau merasa dirugikan. Kami cuma hanya bisa memberi solusi sebaiknya cari sekolah swasta dan bagi siswa tak mampu akan kami subsidi untuk menempuh pendidikan di sekolah swasta,” tuturnya.

Idris menekankan, jika para orang tua siswa yang anaknya ‘dipaksa’ bersekolah di SMAN 11 oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab, maka pihaknya akan segera melapor ke polisi karena menggunakan gedung sekolah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tanpa ijin. “Kami sudah menjalankan sesuai aturan, kalau para orang tua merasa dirugikan oleh oknum tak bertanggung jawab, ya lapor polisi, jangan memaksa tetap ngotot sekolah tanpa ijin, kami yang akan lapor polisi karena sudah menganggu,” jelas Idris.

Diutarakan Idris, proses PPDB sekolah negeri di Depok tahun ajaran 2016-2017 sudah ditutup sejak 1 Juli 2016. SMAN 11 Depok yang kegiatan belajarnya di siang hari, masih menumpang di dua gedung SDN yakni di SDN 02 dan SDN 03 Kemiri Muka, Margonda, Beji, Depok. 

“Kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung dua bulan dan sebentar lagi para siswa siap-siap menghadapi pra ujian. Kok, bisa-bisanya tiba-tiba muncul ratusan siswa memaksa untuk sekolah di SMAN 11 tanpa prosedur dan aturan. Tentu kami tak bisa mengakomodir siswa-siswa tersebut. Kami minta pihak kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas sesuai hukum bagi para oknum yang tak bertanggungjawab yang telah memprovokasi para orang tua siswa,” tutup Idris. (Mas Tete)