www.korannasional.com–Siapa yang tak tahu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 53 Jakarta, yang tergolong paling tua ini. Didirikan sekitar tahun 1970 dan berlokasi di Jalan Mangga Besar Jakarta.

Kini, tempat menggembleng kecerdasan generasi bangsa ini sejak tahun 2012 hijrah ke daerah Cengkareng Jakarta Barat, dengan menempati gedung berlantai III lengkap dengan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk perkakas peralatan praktik bengkel.

Sekolah yang berorientasi kejuruan ini sejak awal didirikan sudah menyandang predikat sekolah unggulan khusus kejuruan Pengelasan. Sudah puluhan tahun hanya satu-satunya sekolah yang memiliki program unggulan keahlian yakni Tehnik Pengelasan. Namun Kurikulum Pengelasan sekarang sudah dibuka di SMKN 4 Rorotan Jakarta Utara.

Untuk program unggulan yang satu ini, SMKN 53 belum ada tanding atau belum ada yang mampu menandingi keahlian dan ketrampilan dalam berkompetisi pengelasan di tingkat nasional. Maka tak heran apabila SMKN 53 Jakarta, berhasil menyabet kejuaraan Lomba Kompentensi Siswa (LKS) SMK 2016 yang berlangsung di Malang beberapa waktu lalu.

LKS SMK 2016 tingkat nasional di Malang Jawa Timur, memang sempat dikeluhkan para siswa � siswi peserta lomba, khususnya pengelasan. Begitu halnya keluhan juga dirasakan para pengajar yang mendampingi siswanya berkopetisi. Sebab, kompetisi di bidang pengelasan, khususnya, pihak panitian hanya menetakpan pemenang mulai dari juara harapan I, ke II, dan III. Sementara juara pertama, kedua dan ketiga ditiadakan dengan alasan tidak mencapai nilai terendah yang ditetapkan panitia. Namun demikian, SMKN 53 Jakarta justru yang meraih juara harapan I.

Tidak terlalu berlebihan apabila kita sebut SMKN 53 Jakarta gudangnya prestasi. Berbagai kompetisi baik tingkat wilayah Jakarta Barat, DKI Jakarta, bahkan ke tingkat nasional sudah disabetnya. Bukan hanya dalam bidang tehnologi, melainkan sekolah kejuruan yang kini menampung 900 siswa-siswi ini juga menyabet juara Futsal tingkat DKI Jakarta 2015 lalu. Namun tak berhasil ketika berlaga ke tingkat nasional di Makassar. Kegagalan bukan berarti sudah berakhir, namun hanya keberhasilan yang tertunda.

Begitulah semanggat para siswa yang digelorakan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta, Caca Sunarsa.
Selain kejuruan Tehnik Pengelasan (TP), masih ada 5 kejuruan lagi yang tak kalah dalam berprestasi. Semisal, Tehnik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (TIPTL), Tehnik Otomotif Kendaraan Ringan (TOKR), Tehnik Otomotif Sepeda Motor (TOSM), Tehnik Elektronika Audio Video ((TAV) dan Tehnik Komputer Jaringan (TKJ). Hampir semua jurusan sudah dilengkapi dengan peralatan praktik termasuk TP, TOKR dan TOSM yang cukup mumpuni sebagai kawah candradimuka bagi para siswa-siswi.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta, Caca Sunarsa yang ditemui Tabloid Terjang, Senin (29/08/2016), keberhasilan siswa-siswi didiknya baik prestasi dalam berbagai kompetisi maupun tingkat kelulusan, bukan karena dirinya semata melainkan berkat kegigihan, kesabaran dan pendekatan personal para pengajar yang berjumlah sekitar 69 pendidik. Inipun dirasakan masih kurang. Sebab dari sekian guru, hanya 35 yang berstatus PNS, sedang sisanya terdiri dari pengajar UMP dan non UMP sebanyak 8 guru.

Selaian Tehnik Pengelasan (TP) yang yang jadi unggulan, lanjut Caca Sunarsa, kini kaum pelajar lulusan sekolah menengah pertama (SMP) mulai melirik jurusan Tehnik Otomotif Sepeda Motor (TOSM). Kejuruan tersebut menjadi alternatif yang cukup handal guna menyongsong hari depan setelah lulus kompentensi dan Ujuan Akhir Nasional (UAN).

“Setelah lulus, umumnya mereka sudah siap pakai dan dinanti beberapa industri yang sebelumnya menjalin kerjasama. Untuk kejuruan otomotif animo masyarakat cukup tinggi. Lapangan kerja terbuka luas. Sedang siswa jebolan sekolah kami rata-rata sudah siap pakai,”jelas Caca Sunarsa yang didamping beberapa guru.

Guna menciptakan siswa didik yang cerdas, berprestasi, inovatif dan siap pakai, lanjut Caca, bukan mutlak ditangan sang pengajar. Namun demikian tak terlepas dari minat dan kemauan keras para siswa-siswi itu sendiri. Kuncinya, para siswa harus patuh aturan, tertib dan serius sekolah. Sebab, harus disadari sekarang ini harus menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang cukup kompetitif. Begitu pula para lulusan SMKN 53 harus mampu berdaya saing. mas tete

SMKN 53 Jakarta Diprediksikan Menjadi Sekolah Rujukan
Jakarta. Kabar menggembirakan bahwasanya SMKN 53 Jakarta akan diprediksikan menjadi Sekolah Rujukan. Tentu tidak mudah untuk mencapai predikat tersebut. Alhasil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Tehnik Industri ( P4TK BMTI) mulai melirik sekolah kejuruan ini. Tentu rencana positif ini menambah gairah para guru didik dalam mencetak generasi siap pakai dan berdaya saing tinggi.
Pihak SMKN 53 Jakarta pun sudah mempersiapkan diri dan menaruh atensi atas rencana sekolah rujukan yang diprakarsai P4TK BMTI. Diharapkan dalam waktu dekat apa yang sudah diputuskan pemerintah pusar segera terwujud, menyusul semua SMKN di wilayah DKI Jakarta yang sudah terbentuk dan berjalan. Kini tinggal menunggu hari SMKN 53 Jakarta akan menjadi Pusat Guru Pembelajar Matematika yang sudah disiapkan sarananya 3 kelas dan 2 kelas untuk Kewirausahaan.

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta, Caca Sunarsa, Senin (29/08/2016) di ruang kerjanya, pihaknya berserta pengajar lainnya sudah siap mengejar ketertinggalan dan optimis bakal berada di garda tedepan dalam kancah dunia pendidikan. Tentu untuk mampu bersaing saja sudah harus disyukuri. Harapan itu bukan hanya sekadar harapan, tentu harus ada pendukung lain baik secara internal maupun ekternal.

Menyinggung dukungan eksternal, Caca yang berpenampilan bersahaja ini menyebutkan bahwa sekolahnya termasuk binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang memiliki program Peduli Pendidikan. Atas program tersebut kini SMKN 53 memiliki prasarana praktik bengkel yang cukup lengkap, sehingga para siswa-siswi berantusias dan betah menuntut ilmu tehnik otomotif di tempatnya menunut ilmu.

Para siswa-siswi sebelum menempuh Ujian Nasional diwajibkan mengikuti kompentensi dari sekolah maupun kompentensi dari pihak PT AHM. Hal itu diharapkan, kelak para siswa-siswi lulusan SMKN 53 Jakarta benar-benar menjadi tenaga kerja siap pakai dan profesional dalam bidangnya.

Begitu halnya, apabila para siswa yang sudah tamat belajar ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggai tidak menemukan kesulitan. Kemudahan tersebut akan didapatkan bilamana mengambil kuliah vokasi.
Dan yang sangat menggembirakan, ketika diadakan Seminar Tematik di Malang, beberapa waktu lalu, para guru SMK banyak yang mengajukan agar di sekolah mereka dapat dibantu dengan tambahan jurusan Kurikulum Tehnik Sepeda Motor (KTSM) Honda.

Karena jurusan tehnik ini dinilai sangat membantu para siswa SMK setelah nantinya lulus. Dan kenyataannya memang demikian, KTSM Honda merupakan salah satu nilai tambah senuah sekolah di SMK. Karena, kurukulum yang diajarkan saling bersinergi dengan dunia industri bersangkutan.
Khussus KTSM, yang mana di SMKN 53 Jakarta sudah lebih dulu diwujudkan, dikembangkan di SMK tertentu berdasarkan MoU antara Kemendikbud dengan PT Astra Honda Motor (AHM), salah satu agen tunggal pemegang merk ATPM untuk industri. Malah, beberapa SMK dari berbagai daerah di Indonesia mulai mengajukan jurusan KTSM, yang mana daerahnya belum mendapatkan fasilitas KTSM atau mungkin sudah ada tapi terbatas pada SMK tertentu.

Menyimpang dari kejuruan tehnik otomotif, Caca Sunarsa juga menambahkan bahwa jurusan Pengelasan yang menjadi unggulan, juga mendapat perhatian khusus dari Balai Latihan Khusu (BLK) di Condet Jakarta Timur. Para siswa SMKN 53 Jakarta, khususnya yang berKTP DKI Jakarta ditawarkan untuk mendalami tehnik pengelasan di BLK Condet.

Bagi para siswa yang berminat mendalami ilmunya di bidang pengelasan tidak dipungut biaya aalias gratis dengan ketentuan ber-KTP DKI karena semua biaya ditanggung pemerintah daerah. Sedang kejuruan pengelasan yang tadinya hanya satu-satunya di SMKN 53 Jakarta, saat ini sudah dibuka jurusan yang sama di SMKN 4 Rorotan Jakarta Utara.

“Mohon doanya anak didik kami saat ini sedang mengikuti kompetisi CIEVEST yang diselenggarakan di bekasi dan masuk nominasi. Nantinya akan berlaga di tingkat lanjutan yang diselenggarakan di Universitas Indonesia,” harap Caca Sunarsa penuh optimis. (Mas Tete)