www.korannasional.com– Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD),
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menargetkan pendapatan Rp 200 juta dari pajak sektor usaha pijat dan spa.

“Target usaha pajak dan spa sebesar Rp200 juta itu diberlakukan pada 2015 dan 2016,” kata Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah I DPPKAD Karawang, Yayat Hadayatullah di Karawang, Jumat (26/8/2016).

Ia mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, usaha di bidang pijat dan spa di Karawang cukup marak. Atas hal tersebut pihaknya menargetkan pajak dari sektor itu.

Target pajak sektor usaha pijat dan spa tidak naik antara tahun 2015 hingga 2016, karena realisasi pencapaian pajaknya pada 2015 tidak mencapai target. 

Dari target sebesar Rp 200 juta, realisasinya hanya sekitar 82 persen atau mencapai Rp 165 juta. Untuk realisasi tahun ini hingga Juli 2016 baru mencapai 46,39 persen atau sekitar Rp 92 juta.

Menurut dia, untuk tarif usaha pijat serta spa itu sendiri Pemkab Karawang menarik pajak 50 persen dari seluruh pemasukannya. Penetapan pajak bagi usaha pijat dan spa sebesar 50 persen dari pendapatan itu merupakan pajak paling tinggi di Jawa Barat.

Sedangkan di daerah lain di Jawa Barat hanya menetapkan tarif pajak untuk usaha pijat dan spa di bawah 50 persen dari pendapatannya. “Jadi tarif pajak usaha pijat dan spa di Karawang ini merupakan paling besar di pulau Jawa,” kata dia.

Ketentuan mengenai tarif pajak dan spa itu sendiri tertuang dalam Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Saat ini tercatat ada 12 titik yang membuka usaha pijat dan spa di Karawang,” kata Yayat.

Sementara itu, usaha pijat dan spa itu tersebar di sejumlah titik sekitar perkotaan Karawang. Umumnya, pelaku usaha pijat dan spa di Karawang dikabarkan melayani pijat plus-plus. (Riki)