www.korannasional.com–PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan pelebaran jarak rel di lintasan kereta ringan terintegrasi atau Light Rail Transit(LRT) di semua lintasan yang sedang dikerjakan sepanjang 81,6 kilometer. Proyek ini ditargetkan dapat selesai sepenuhnya pada 2018. 

Direktur Adhi Karya, Budi Harto mengungkapkan, langkah perseroan yang melakukan pelebaran jarak rel LTR pada seluruh lintasan yang sedang dibangun, diakui untuk menyesuaikan dengan perkembangan industri kereta jenis tersebut di seluruh dunia saat ini.

Menurut dia, lebar jarak rel LRT yang semula dikerjakan adalah 1.067 milimeter, dan ke depan untuk mengikuti standar lebar rel dunia jaraknya akan diperlebar menjadi 1.435 milimeter. Jarak yang disesuaikan itu juga dapat mempermudah pengadaan kereta.  

“Pertimbangannya itu karena dari pemerintah menginginkan karena populasi kereta di dunia umumnya jarak jalurnya segitu,” jelas Budi, dalam keterangan resminya, Selasa (23/8/2016).

Budi menuturkan, pelebaran rel LRT yang dilakukan perseroan tentunya akan berdampak sistematis pada penambahan biaya pembangunan. Penambahan biaya tersebut tidak signifikan sehingga bisa dipastikan perseroan tidak akan alami kerugian.

Perlu diketahui, saat ini Adhi Karya telah membangun proyek LRT dalam dua tahap, yaitu pada tahap satu di koridor Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer, Cawang-Dukuh Atas 10,5 kilometer dan Cawang-Bekasi Timur 18,3 kilometer.

Sedangkan di tahap kedua pembangunan meliputi, koridor Dukuh Atas-Palmerah-Senayan 7,8 kilometer, Cibubur-Bogor 25 kilometer, dan Palmerah-Grogol 5,7 kilometer. (Riki S