www.korannasional.com–Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi umum pada HUT RI ke-71 ini. Termasuk napi extra ordinary crime seperti narkotika dan teroris.

“Warga binaan yang mendapat remisi 82.015 jiwa. Akan tetapi jumlah napi yang ditahan bertambah melonjak tinggi. Kemarin-kemarin kita bilang 170 ribu, dua bulan kemudian 180 ribu. Ini sudah 199.390 per 11 Agustus 2016, napinya 131.954 dan tahanan 67.426,” ujar Menkum HAM Yasonna Laoly.

Hal itu disampaikan Menkum HAM Yasonna usai menjadi inspektur upacara di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2016).

“Coba dibayangkan itu. Sementara yang dapat remisi 82.015. Mereka yang dapat remisi napi, kalau tahanan belum dihukum, karena belum dalam proses pengadilan,” imbuh dia.

Yasonna menjelaskan mereka yang mendapatkan remisi umum pertama ada 78.487 jiwa, sisanya mendapatkan remisi umum kedua yang dapat remisi umum kedua ada 3.528 napi.

“Kalo remisi dua ini langsung bebas. Semuanya 82.015, terorisme 27 sedangkan narkotika yang paling banyak jumlahnya 12.161,” sambungnya.

Menurut Yasonna di dalam penjara dengan kapasitas terbatas, warga binaan itu harus tidur dalam keadaan membungkuk, tidur bergantian bahkan ada yang di atas memakai tempat tidur gantung.

“Mereka seperti kita kita ini juga, anak bangsa, mereka sudah dapat ganjaran dari apa yang mereka lakukan. Pemidanaan kita bukan penghukuman seperti zaman tempo dulu. Pembinaan, pemasyarakatan, reintegrasi sosial, jadi kalau kalian lihat napi di dalam pada umumnya dari kelas bawah, orang tuanya bercerai daam kemiskinan itu produk sosial,” pungkasnya. (Mas Tete)