www.korannasional.com–Perebutan TPI (kini menjadi MNC TV) memasuki babak baru. Mahkamah Agung (MA) menganulir putusan arbitrase yang sebelumnya memenangkan kubu PT Berkah Karya Bersama. Untuk itu, Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut Segera akan mengambil alih TPI.

Kasus bermula saat PT Berkah Karya Bersama melakukan Investment Agreement untuk merestrukturisasi utang Tutut sebesar USD 55 juta pada 23 Agustus 2002. Belakangan terjadi sengkete bisnis dalam perjanjian kerjasama tersebut dan berujung ke pengadilan. Baik soal kepemilihan saham, kepengurusan hingga perjanjian kerjasama tersebut.

Salah satunya adalah sengketa di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan dimenangkan oleh pihak PT Berkah pada 12 Desember 2014. Dalam putusan itu, PT Berkah dinyatakan sebagai pihak yang beritikad baik dan telah melaksanakan Investmen Agreement tersebut serta PT Berkah berhak atas 75 persen saham di TPI yang kini menjadi MNC TV. 

Atas kekalahan itu, Tutut mengajukan banding ke PN Jakpus. Pada 29 April 2015, PN Jakpus membatalkan putusan tersebut. Pihak PT Berkah tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA.

Putusannya, “Mengadili sendiri, menyatakan putusan Badan Arbitrase Nasional Nomor 537/Xi/ARB-BANI/2013 tanggal 12 Desember 2014, tidak dapat dilaksanakan,” kata majelis hakim sebagaimana dilansir website MA, Selasa (16/8/2016).

Duduk sebagai ketua majelis kasasi yaitu hakim agung Mahdi Soroinda Nasution dengan anggota hakim agung I Gusti Agung Sumanatha dengan anggota hakim agung Syamsul Maarif. Majelis menyatakan alasan menganulir putusan BANI karena pihak Tutut telah dimenangkan di sengketa perdata di tingkat kasasi sehingga harus dihormati dan dilaksanakan para pihak. 

“Pihak pembanding baru mengajukan perkara a quo ke forum arbitrase setelah adanya putusan kasasi berkekuatan hukum tetap,” ucap majelis dengan suara bulat.

Permohonan ke BANI itu dinilai MA bertentangan dengan ketertiban umum sebagiamana dimaksud dalam ketentuan Pasal 62 ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 1999.

“Pasal 62 bukan mengatur pembatalan, tetapi pelaksanaan putusan arbitrase sehingga putusan BANI dalam perkara ini seharusnya dinyaakan tidak dapat dilaksanakan, bukan dinyatakan batal,” putus majelis pada 18 April 2016.

Putusan perdata yang dimaksud yaitu putusan kasasi Nomor 862 K/Pdt/2013 yang dikuatkan oleh putusan Peninjauan Kembali (PK) nomor 238 PK/PDT/2013. Dalam putusan perdata itu, MA memenangkan Tutut sebagai pemilik sah TPI yang kini menjadi MNC TV. (Mas Tete)