www.korannasional.com–Bakal calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, mengharapkan Pilkada DKI 2017 hanya ada dua pasangan calon (Paslon). Sandiaga beralasan hal itu terkait dengan besarnya biaya jika kontestannya lebih dari 2 pasang, dan mengingat kondisi keuangan negara tengah menipis.

Dengan adanya 2 Paslon, maka potensi terjadinya putaran kedua sangat kecil. Sebab, dalam Undang-Undang Keistimewaan Jakarta mengamanatkan, Gubernur DKI harus memperoleh suara 50 persen + 1.

“Karena Indonesia juga lagi kekurangan uang, banyak anggaran dipotong, mereka ingin yang simpel aja, 2 Paslon aja,” kata Sandiaga di Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Minggu (14/8/2016).

Menurut Sandiaga, dengan hanya dua pasangan calon, maka kegaduhan politik akan tereduksi. Selain itu, warga Jakarta semakin mudah membandingkan program-program ditawarkan masing-masing pasangan calon Gubernur DKI.

“Agar mudah memilihnya untuk membuat Jakarta lebih sejahtera ke depannya, saya rasa pilihannya mudah sekali, yang sekarang atau masa depan Jakarta yang lebih baik, lebih sejuk, tidak gaduh dan membawa Jakarta bersaing dengan kota-kota besar,” pungkas Sandiaga. (Mas Tete)