www.korannasional.com–Polres Metro Jakarta Barat menangkap 3 orang pelaku sindikat penipu wanita-wanita sosialita. Ketiga pelaku yakni HB (30), MY (46) dan IA (50) ditangkap usai memperdaya korbannya di kawasan mal di daerah Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (11/8/2016).

Dalam aksinya, ketiga pelaku memperdaya belasan sosialita dengan berpenampilan bak seorang pekerja bank. Tiap korbannya mengaku telah merugi Rp25-30 juta. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua unit mobil, 152 lembar uang korea dengan pecahan 5.000 Won, empat bundel uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 dan 10 kartu ATM berbagai bank.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Roycke Harry Langie menduga pelaku telah memperdaya belasan orang sosialita. Hal ini terungkap setelah empat orang melaporkan kejadian ini di Polsek Kembangan. “Di jeruk ada dua korbannya, di Duren ada dua, sementara beberapa Polsek lain sedang menyusul, belum lagi di luar Jakarta Barat,” kata Kkombes Pol Roycke di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (12/8/2016).

Ketiga pelaku tersebut menyisir sejumlah mal-mal besar dan menyasar korban wanita yang menggunakan perhiasan mewah. Beberapa di antaranya korban terpedaya setelah pelaku HB ingin menyumbang uang ke masjid. Kemudian HB dibantu dengan kedua temannya.

“Dia perpura-pura ingin menukarkan uang asing itu, sehingga banyak korbannya menjadi yakin, setelah diimingi janji yang begitu tinggi,” ujar Roycke.

Roycke mengimbau masyarakat, jika yang merasa terkena hipnotis untuk segera melapor ke Polsek Kembangan, Polsek Tanjung Duren, Polsek Kebon Jeruk. Karena ketiga pelaku tidak hanya beraksi di kawasan Kembangan.

“Kalau ada saudara yang merasa terkena hipnotis di wilayah Jakarta Barat, silakan datang ke kantor Polsek, dengan membawa bukti kalau sudah pernah melapor ke polisi,” jelas Roycke.

Aksi pelaku terungkap setelah dalam dua bulan terakhir, tiga korbannya melapor ke Polsek Kembangan. Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman penjara di atas tiga tahun lantaran dianggap melanggar Pasal 379 Jo 378 tentang Penipuan dan Penggelapan. (mas tete)