www.korannasional.com–Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Arshal Sabhan membenarkan bahwa pihaknya mengamankan 38 tas jinjing perempuan yang di dalamnya terdapat narkotika berjenis sabu. Penangkapan pembawa sabu itu berhasil dilakukan oleh polisi berkat kerjasama dengan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

“Asal barang tersebut (sabu) dari Tiongkok (China). Barang tersebut diimpor oleh importir perorangan, tiap tas berisi 80 hingga 100 gram yang disisipkan di dalam tas itu,” ujar Arshal di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/8/2016).

“Tim kami menyelidiki alamat orang yang diduga menyelundupkan barang tersebut, namun ternyata fiktif, nomor telefonnya juga fiktif, dan kita sedang melakukan pengembangan melalui jasa ekspedisi, sampai sekarang JMT belum ditemukan,” jelas Arshal.

Menurut Arshal, pihaknya mengupayakan agar dapat menangkap JMT untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Pelabuhan merupakan pintu masuk awal narkoba masuk di Indonesia. Mereka sangat lihai, tidak mungkin memberikan alamat asli, pasti alamat palsu. Peredaran narkoba sangat mahal di masyarakat, harga 1 gram sabu di pasaran sekira Rp1,5 juta. Kami akan analisis dulu mereka terkait jaringan apa. Kami tidak bisa tentukan sekarang karena pelakunya belum tertangkap,” tutur Arshal. (mas tete)