www.korannasional.com–Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada Olimpiade 2016 dari nomor 62 kg, Senin (8/8/2016).

Eko berhasil mengangkat total beban seberat 312 kg hasil dari angkatan snatch 142 kg dan angkatan clean & jerk 170 kg. Bagi Eko, ini adalah medali Olimpiade ketiganya. Pada dua Olimpiade sebelumnya, dia selalu meraih medali perunggu.

Medali emas nomor ini jatuh ke tangan lifter Kolombia, Oscar Alberiro Figueroa Mosquera, yang mencatat total angkatan 318 kg (142 kg dan 176 kg.)

Eko hanya sekali berhasil melakukan angkatan snatch dari tiga kali percobaan. Dia berhasil mengangkat beban seberat 142 kg pada percobaan pertama, lalu dua kali gagal mengangkat beban 146 kg.

Angkatan Eko di snatch sama dengan yang didapat Figueroa. Persaingan utama terjadi antara kedua lifter tersebut menyusul didiskualifikasinya Chen Lijun dari China.

Eko sukses melakukan angkatan pertama seberat 170 kg. Figueroa juga berhasil melakukan angkatan pertama, tetapi dengan beban lebih berat yaitu 172 kg. Eko gagal melakukan angkatan kedua seberat 176 kg, sementara Figueroa berhasil mengangkat beban dengan berat yang sama.

Angkatan ketiga jadi pertaruhan. Eko naik ke panggung lebih dulu untuk mengangkat beban seberat 179 kg. Dia berhasil melakukan clean, tetapi gagal melakukan jerk.

Figueora juga gagal melakukan angkatan ketiga seberat 179 kg. Namun, total angkatannya sudah jauh di atas Eko. Figueora unggul 6 kg atas Eko dan berhak meraih medali emas. Medali perunggu nomor ini jadi milik Farkhad Khaki (Kazakhstan) yang mencatat total angkatan 305 kg (135 kg dan 170 kg). (Aris)