www.korannasional.com–-Wisata pendakian Gunung Slamet melalui Pos pendakian Dusun Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga makin diminati para pendaki. Itu terlihat dari jumlah pendakian sepanjang semester pertama tahun 2016.

”Bahkan menjelang HUT RI ke-71, sudah ada sejumlah komunitas pendaki yang mendaftar ke pos Bambangan untuk melakukan pendakian pada 15 Agustus 2016. Mereka ingin memperingati HUT Kemerdekaan RI di puncak gunung Slamet,” jelas Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Prayitno, Kamis (4/8/2016).

Mengantisipasi kemungkinan banyaknya komunitas yang ingin memperingati HUT RI di puncak Slamet di ketinggian 3.428 m dpl, Prayitno mengaku telah melakukan sejumlah antisipasi demi keselamatan dan kenyamanan pendakian. Antara lain, untuk menyediakan air bersih bagi keperluan pendaki di pos Bambangan, pihaknya telah meminta Tim SAR dan Karang Taruna setempat mengelola MCK yang ada. Hasil dari pengelolaan MCK, digunakan untuk membeli air bersih.

”Saat ini, kondisi MCK di pos pendakian Bambangan sebenarnya sudah diperbaiki. Termasuk pondok pemuda yang ada di desa tersebut. Namun kendalanya karena aliran air PDAM yang tidak mencapai desa tersebut, sehingga Karang Taruna kami minta mengelola MCK sehingga uangnya bisa digunakan untuk membeli air,” jelasnya.

Sedangkan untuk menjaga kelestarian alam di jalur pendakian, para pendaki diwajibkan membawa turun sampah bekas makanan dan minuman yang dibawa mendaki ke pos Bambangan. ”Jika dalam satu rombongan diketahui tidak membawa kembali sampah bekas makanan yang dibawanya, maka rombongan tersebut akan dikenakan denda sepuluh kali harga tiket pendakian,” katanya.

Menurut Prayitno, denda tersebut digunakan untuk operasional Tim SAR mengambil sampah-sampah ke beberapa pos pendakian menuju puncak Gunung Slamet. Sampah yang kebanyakan beruoa botol platik air mineral dan plastik bekas makanan tersebut, dikumpulkan di tempat penampungan sementara.

Lebih lanjut, petugas pos SAR Bambangan, Slamet Ardiansah, menyatakan terhadap pendaki yang baru pertama kali melakukan pendakian ke Gunung Slamet, akan mendapat arahan soal jalur yang dilalui. Dia menyebutkan, di sepanjang jalur pendakian saat ini sudah ada rambu arah yang dibuat SAR bersama relawan. ”Dengan mengikuti rambu-rambu ini, seharusnya tidak ada pendaki yang sampai tersasar,” jelasnya.

Meski demikian dia mengingatkan, bila para pendaki telah mencapai puncak, diharapkan tidak berada di puncak terlalu lama. ”Kami juga mengingatkan pendaki untuk tidak memetik bunga Edelweis yang saat ini sedang musim berbunga,” tutur Slamet. (rush)