www.korannasional.com–Upaya memberi pemahaman terkait sampah, anggota DPRD Kota Depok Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 5 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah di Aula Kecamatan Panmas, Kamis (4/8/2016).

Anggota DPRD kota Depok Dapil Panmas, Siti Nurjanah yang saat itu hadir mengatakan, kegiatan ini bertujuan guna menyebarluaskan informasi serta memberi pemahaman kepada peserta yang terdiri dari Ketua RW, LPM dan masyarakat agar melakukan pemilahan sampah, dimulai dari rumah sendiri dan lingkungan sekitar.

“Untuk menangani jumlah sampah yang kian hari kian bertambah, kami perlu melibatkan peran serta masyarakat secara proporsional, efektif dan efisien. Sosialisasi akan terus kami lakukan guna mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah,” ujar Siti, usai kegiatan yang melibatkan kurang lebih 50 peserta.

Peran serta Dinas terkait, lanjutnya, juga harus menjadi perhatian penting untuk mengoptimalkan pengamanan bagi pembuang sampah liar yang kerap ditemui. “Faktanya saat ini masyarakat masih belum merasa, kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan Dinas saja,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DKP Kota Depok, Kusumo menjelaskan isi dari Perda serta mengajak peserta untuk ikut andil dalam mengelola sampah agar tidak menggunung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Cipayung.

Selain itu Ia juga menambahkan, masih banyak persoalan sampah yang terjadi di Kota Depok, seperti pemilahan sampah yang belum seluruhnya, sampah yang berada di saluran air atau irigasi dan adanya pasar kaget setiap hari minggu yang menimbulkan sampah baru.

“Permasalahan ini tentunya tidak bisa ditanggulangi oleh pihak DKP saja, tapi peran serta masyarakat ikut mendorong terwujudnya lingkungan yang nyaman dan asri. Walau demikian, kami sedang kerja maraton agar persoalan sampah mendapatkan solusi terbaik,” tutur Kusumo.

Selain pemaparan, dilakukan juga kegiatan tanya jawab serta masukan dari peserta kepada anggota dewan dan dinas terkait. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, dapat mengubah kebiasaan tradisional dalam mengolah sampah menjadi kebiasaan yang tertata dengan baik. (Riki Satura)