www.korannasional.com–-Kepolisian Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penyelundupan barang hasil tekstil dan pakaian bekas di gudang penyimpangan barang-barang impor ilegal di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016).

Dari keterangan tersangka yang telah ditangkap yakni HS, dia dibantu rekannya PD yang hingga kini masih buron, menjalankan aksinya dengan mengimpor pakaian bekas dari Jepang dan Korea melalui pelabuhan kecil di Jakarta Utara yang memiliki tingkat pengawasan rendah.

“Ada berupa kemeja kaos oblong perempuan dan laki-laki, baju lengan panjang juga untuk laki-laki dan perempuan juga ada celana jeans. Totalnya ada 2.216 koli (karung/bungkus) pakaian bekas ilegal,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/8/2016).

Dari kasus ini polisi telah mengamankan tiga belas pelaku yakni HS, PR, NHD, WL, BS, RD, DSL alias D, AAZS, JRM alias JN, SHM dan SSD alias SND sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran yakni PD.

Para tersangka yang telah diamankan tersebut meliputi pemilik gudang, mandor gudang, supir truk, buruh angkut, asisten mandor, beserta pembeli sekaligus penjual kembali pakaian ilegal tersebut di Pasar Senen.

Menurut Awi, dari tersangka berhasil diamankan enam unit truk yang digunakan mengangkut pakaian, 2216 koli pakaian bekas, 11 nota surat jalan serta sebuah catatan distribusi barang. ”Para tersangka diduga melanggar pasal 112 KUHP dan 113 UU RI no 7 tahun 2014 tentang perdagangan Jo Permen Perdagangan no 51/M tentang larangan impor pakaian bekas dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda maksimal Rp 5 Miliar,” jelas Awi. (mas tete)