www.korannasional.com–Pihak Yayasan Pribadi Bilingual Boarding School SD, SMP dan SMA akan menentukan sikap soal pencemaran nama baik yang dilakukan Pemerintah Turki yang menuduh Sekolah Pribadi Depok terkait organisasi teroris Fethullah Gulen di Turki.

“Kami akan segera berkoordinasi guna mengambil sikap. Ini pencemaran nama baik, kami merasa dirugikan dengan tuduhan tersebut,” ujar Ari Rosandi, juru bicara Yayasan Yenbu Indonesia SD SMP SMA PRIBADI Depok saat ditemui di Sekolah Pribadi Depok, Sabtu (30/7/2016).

Menurut Ari, tuduhan yang juga melalui Kedutaan Besar (Kedubes)Turki di Jakarta yang meminta Sekolah Pribadi ditutup juga menuai reaksi dari para siswa, orangtua siswa dan alumni yang tersinggung dan tak menerima tuduhan tersebut. “Banyak dari orang tua siswa, alumni tersinggung dan sedikit emosional,” tegasnya.

Sekolah Pribadi telah berdiri sejak 1995. Sekolah yang terletak di Jalan Margonda Depok ini telah banyak melahirkan siswa-siswa berprestasi di ajang nasional dan internasional. Kurikulum Sekolah Pribadi mengacu pada kurikulum nasional. Sedangkan bahasa pengantaranya menggunakan Bahasa Inggris. Sekolah dengan jenjang SD, SMP dan SMA ini juga berbadan hukum dan memiliki ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Sekolah ini bukan sekolah Turki bukan milik orang Turki, bukan milik Pemerintah Turki. Ini sekolah Indonesia,” jelas Ari.

Dia mengungkapkan, hanya ada dua pengajar resmi yang berasal dari luar negeri. Satu pengajar Bahasa Inggris berkewarganegaraan Kyrgistan dan satu pengajar ilmu komputer berasal dari Turki. “Kami tak habis pikir dengan tuduhan dari Pemerintah Turki. Apa buktinya bahwa sekolah ini sekolah teroris, apakah kita mengajarkan merakit bom atau apa,” tutur Ari geram.

Diutarakan Ari, sebagai lembaga pendidikan yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) senantiasa mengikuti peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia memiliki kebebasan untuk melakukan kerjasama dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dengan lembaga manapun di seluruh dunia, termasuk lembaga-lembaga dari Turki.

“Kami memang pernah menjalin kerja sama dengan sebuah lembaga swadaya swasta dari Turki dan kerja sama tersebut juga diketahui dan mendapatkan rekomendasi resmi dari Kemendikbud sampai akhirnya kerjasama ini selesai pada 1 November 2015 lalu,” tuturnya.

Sekolah Pribadi bersama tujuh sekolah lain disebut berafiliasi dengan Fethullah Gulen dan organisasinya Fethullah Terrorist Organisation (Feto) yang dituding menjadi dalang aksi kudeta Turki.

“Kami tegaskan bahwa sekolah kami tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi kegiatan yang mengarah kepada tindakan terorisme. Tuduhan tak berdasar dan sangat tidak beretika, merupakan fitnah keji yang jauh dari norma hukum dan dapat merusak citra sekolah kami. Untuk menjaga nama baik, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terukur ke KedubesTurki sesuai hukum, norma dan etika yang berlaku,” tegas Ari. (Riki S)