GANJIL-GENAP

KORANNASIONAL.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bakal menindak pengemudi mobil yang menggunakan pelat palsu ketika kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap di beberapa ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, telah diterapkan.

Rencananya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menggelar uji coba sistem ganjil-genap, tanggal 27 Juli sampai 26 Agustus 2016, pekan depan. “Siapa yang menggunakan (pelat palsu) tentu kita akan lakukan penindakan,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, Jumat (22/7/2016).

Menurut Awi, proses pengawasan sistem ganjil-genap di lapangan dilakukan secara manual. “Tetap pengawasan manual. Kedepannya kan ini menuju ke ERP (Electronic Road Pricing), pakai transaksi elektronik, pakai kamera CCTV, link dengan Samsat. Tapi sekarang kan belum, masih proses. Namanya juga teknologi, ya kita harus sabar,” tuturnya.

Awi menyampaikan, pengawasan sistem ganjil-genap lebih mudah dibandingkan dengan sistem 3 in 1. “Kalau 3 in 1 kan harus buka kaca kalau kacanya gelap. Kalau ini kan secara kasat mata kelihatan pelat ganjil-genapnya,” katanya.

Menyoal apakah ada persiapan khusus kepada anggota di lapangan, Awi menyampaikan tidak ada karena anggota sudah terbiasa di lapangan. “Enggak, mereka sudah terbiasa. Anggota-anggota kita di lapangan sudah terbiasa kok, sudah terlatih. Sistemnya, ya sistem hunting. Kalau memang waktu masuk misalnya dari CSW atau dari Sudirman, di mana keluarnya kan pos-pos pemantauan nanti berfungsi,” jelas Awi.

Menurutnya, diharapkan sistem ganjil-genap dapat mengurangi kemacetan di kawasan bekas sistem 3 in 1 hingga 50 persen. “Ya kita harapkan begitu. Kalau kita ngomong volume kendaraan, ya harus ada pembatasan. Kan ini pembatasan sifatnya masih pemberlakuan satu kawasan saja bukan pembatasan yang permanen,” tandasnya. (aris)