www.korannasional.com–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menggelar inspeksi pada jalur lintas utara dan lintas selatan Jawa. Kegiatan ini untuk mengecek kesiapan prasarana, sarana, dan SDM perkeretaapian menjelang pelaksanaan angkutan lebaran 2016. Selain itu, inspeksi juga dilaksanakan untuk memantau aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api selama penyelenggaraan angkutan Lebaran 2016.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Popik Montanasyah mengatakan sejak 1 Juni sampai hari ini, ia didampingi para direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama-sama dengan Komisaris dan Direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggelar inspeksi bersama pada lintas utara dan lintas selatan Jawa.

“Kegiatan dilakukan menggunakan kereta inspeksi (KAIS) Merbabu dan Wijaya Kusuma dengan rute dan jadwal​ Bandung – Purwokerto, Purwokerto – Yogyakarta – Madiun, ​Madiun – Kertosono – Mojokerto – Kertosono – Kediri – Blitar – Malang – Surabaya Gubeng, Lintas Utara Jawa, Gambir – Cirebon – Semarang Tawang, ​Semarang Tawang – Surabaya Pasar Turi – Jember – Banyuwangi – Jember, dan ​Jember – Probolinggo – Sidoarjo – Mojokerto – Surabaya Gubeng,” ujarnya, Minggu (5/6/2016).

Dalam perjalanan inspeksi tersebut, setiap Kepala Daerah Operasi (Daop) yang dilewati menyampaikan paparan dan laporan mengenai kondisi kesiapan prasarana, dan sarana di wilayahnya. Selain itu, dilakukan juga pengarahan kepada pegawai operasional Daerah Operasi KAI untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan lebaran 2016.

Pada pengarahan di Daop IV Semarang, Daop VIII Surabaya dan Daop IX Jember, Popik menjelaskan bahwa terdapat empat faktor yang berpotensi menimbulkan permasalahan. Yaitu kondisi prasarana yang kurang baik, kondisi sarana yang tidak siap/baik, pengabaian terhadap peraturan/regulasi yang ada, serta kurangnya kompetensi SDM yang bertugas pada penyelenggaraan angkutan Lebaran.

“Agar penyelenggaraan angkutan lebaran berjalan dengan baik, diharapkan seluruh prasarana dan sarana perkeretaapian dapat dipersiapkan sebaik-baiknya,” terang Popik.

Kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku merupakan hal yang mutlak untuk dilaksanakan. Ia menambahkan, terkait adanya SDM Perkeretaapian yang kurang kompeten, agar segera diberikan pembekalan dan pelatihan sehingga pada saat penyelenggaraan Angkutan Lebaran nanti sudah siap bertugas. (risjaddin)