www.korannasional.com– Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok, Teguh Prajitno, mengatakan bahwa suku bunga efektif untuk koperasi di Kota Depok tunduk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2013 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi. Suku bunga yang diatur berdasarkan Perda tersebut yakni sebesar maksimum 3% per bulan. “Bunga 3% itu efektif bukan flat. Jika lebih dari itu berarti menyimpang dari Perda,” ujar Teguh, Sabtu (28/5/2016).

Meskipun demikian, apabila ada koperasi yang tidak menuruti isi Perda dengan memberikan bunga diatas 3% per bulan, menurutnya hal ini sangat berbahaya dan terlalu zolim karena terlalu besar. Seperti layaknya money game, siapa yang lebih dulu mereka dapat untung, kalau terakhir bisa rugi. “Ini praktek koperasi yang salah,” tegas Teguh.

Pasalnya, anggota Dekopinda adalah mereka yang masuk dan terdaftar di dalamnya. Lanjut Teguh, semuanya tunduk dan patuh pada Perda. “Kecuali bukan anggota Dekopinda, itu saya tidak tahu,” tuturnya.

Dijelaskan bahwa apabila ada yang mengenakan suku bunga 10% per bulan artinya sudah di luar prinsip ekonomi. Pasalnya, bunga itu ketentuannya adalah dari inflasi di mana dalam setahun sekitar 6%, margin setahun yaitu 12%. Jika 3% per bulan, setahun 36%, jadi tambah 20% masih bisa, itu maksimum. “Tetapi, tentu saja kalau bisa penerapannya di bawah 3%,” tandas Teguh. (gilang)

LEAVE A REPLY