www.korannasional.com–Salut, patut dicontoh, ya aparat kepolisian dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Depok memberikan hukuman yang cukup unik bagi para pelajar yang terjaring razia Operasi Patuh Jaya 2016 yakni selain tetap ditilang juga ada hukuman tambahan, disuruh menyanyi lagu-lagu nasional, seperti lagu Indonesia Raya dan Padamu Negri.

”Para pelajar yang terjaring razia karena melanggar lalulintas (lalin) kami minta menyanyikan lagu-lagu nasional. Ini agar tumbuh rasa nasionalismenya mereka. Rata-rata mereka hafal menyanyikannya,” ujar Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, di mapolresta Depok, Kamis (26/5).

Sutomo menegaskan hukuman tersebut juga sejalan dengan program Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. ”Pihak sekolah juga meminta kami supaya menindak pelajar yang melanggar lalin dan tak punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) dengan cara yang mendidik. Para pelajar yang terjaring razia karena tak memiliki SIM,” jelasnya.

Menurut Sutomo, pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2016 akan berakhir dua hari lagi. Selama 10 hari, pelanggaran lalin di Depok ada 2.600 dengan berbagai macam pelanggaran seperti tidak memiliki SIM dan kelengkapan surat kendaraan (STNK). Lalu pelanggaran kelengkapan keselamatan berkendaraan seperti tidak memakai helm serta kelengkapan kendaraan seperti tidak ada kaca spion dan tidak ada plat nomor. Ada 12 sepeda motor dan ada dua unit angkutan kota (angkot) yang ditahan karena tidak memiliki STNK.

”Selama pelaksanaan razia berlangsung kondusif, para pelanggar lalin rata-rata sadar akan kesalahannya dan menerima saat ditilang. Saya instruksikan para petugas yang melaksanakan razia untuk selalu 3S yakni senyum, sapa dan salam. Tolong diingatkan jika ada petugas kami kalau lupa senyum, sapa dan salam karena itu ibadah,” tutup Sutomo. (mas tete)