www.korannasional.com–Banyak aliran sesat bermunculan di Kota Depok, kini muncul satu aliran sesat yang cukup meresahkan warga. Warga Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, resah dengan dugaan merebaknya aliran sesat di kelurahan tersebut. Salah satu rumah yang diduga ditinggali korban dan pimpinan aliran tengah diawasi polisi dan aparat keluirahan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Aliran ini diduga sudah muncul selama setahun terakhir. Warga diajarkan tidak perlu beribadah salat dan mengaji dalam keadaan gelap-gelapan. Aliran ini diduga awalnya muncul dari seorang pria berinisial DS yang datang ke kampung tersebut. Ia pun menyebarkan paham yang dianutnya.

Semula salah satu warga yakni berinisial A juga menjadi pengikutnya. A pun mengajak menantunya berinisial R. R kemudian mengajak istrinya E untuk ikut serta dalam aliran tersebut.

Anehnya, setiap kali mengaji rumah pemimpin aliran selalu dimatikan, malam hari, dalam keadaan gelap. Selain itu, ada pula kewajiban untuk mengizinkan istri pengikutnya untuk bersetubuh dengan sang guru. Alasannya, tidak ada kewajiban melayani suami justru wajib melayani nafsu sang guru.

“Saat ini korbannya yakni istri R, si E, awalnya memakai jilbab sekarang lepas jilbab, rambut dicat, merokok, dan pakai pakaian mini. Kaya orang enggak sadar. Suaminya juga awalnya enggak sadar, tapi lama-kelamaan sadar kenapa kok ia mengizinkan istrinya pergi sama si pemimpinnya sampai menginap,” kata warga di lokasi yang enggan disebutkan namanya, Jumat 13 Mei 2016.

Karena sudah resah, warga awalnya berniat menggeruduk rumah salah satu pengikut aliran yang dikenal dengan Amanah Keagungan Ilahi (AKI). Sayangnya, pemimpin aliran tersebut, DS tidak tinggal di sana, tetapi tinggal di Kelurahan Tirtajaya, Depok.

Ketua RT setempat, Hidayatullah, berupaya mengamankan situasi dan meredam pergerakan warga. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan lurah untuk kasus ini. Saya berupaya meredam warga agar tidak ada aksi anarkistis yang sebenarnya sudah mulai panas sejak 2 bulan terakhir,” tutur Hidayatullah.

Guru mengaji E yang juga Ketua RT 003 RW 03, Ismail, menyesalkan sikap E yang kini berubah melepas jilbab setelah ikut aliran tersebut. E memang dikenal warga setempat adalah wanita cantik. E diajarkan membuka jilbab karena versi aliran ini mengikuti perintah Tuhan sesuai perintah pimpinan aliran.

Tokoh masyarakat Depok, Ustadz Anwar menilai, Pemkot Depok gagal dalam melakukan pembinaan agama. “Banyaknya keberadaan aliran sesat di Depok menandakan Pemkot Depok telah gagal melakukan pembinaan agama di masyrakatat,” tukasnya. (mas tete)