www.korannasional.com–Sebanyak 3.352 petugas sensus akan disebar di 11 kecamatan dan 63 kelurahan se-Kota Depok. Sensus ekonomi tahun 2016 Kota Depok kembali dilakukan, setelah sebelumnya sudah dilaksanakan pada 1 hingga 8 Mei 2016.

Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis BPS Kota Depok, Bambang Pamungkas mengatakan dalam sensus ekonomi yang didata adalah semua rumah di wilayah Kota Depok, baik yang memiliki usaha atau tidak. Tujuan sensus ekonomi ini adalah untuk mengetahui perkembangan ekonomi di suatu wilayah dan berskala nasional. “Jadi, nanti kedepan bisa dilihat perekonomian di Indonesia seperti apa dan itu melalui sensus ekonomi,” jelas Bambang.

Diutarakan Bambang, mekanismenya adalah petugas sensus mendata per blok. Dalam hal ini, blok yang dimaksud adalah bisa gabungan RT atau RW di setiap kelurahan. “Satu petugas biasanya menangani dua hingga tiga blok,” ujarnya.

Nantinya, lanjut dia, petugas sensus memberikan perkembangan laporan sensus yang sudah dilakukan. Selain itu, selama satu bulan ini ada tiga kali pertemuan di mana para petugas tersebut akan memberikan laporan.

Dia menegaskan, petugas sensus ekonomi resmi di Kota Depok memiliki identitas sebagai petugas. Masyarakat dipersilakan untuk mengecek identitas petugas sensus yang datang ke rumah. Setiap petugas dibekali dengan tas, rompi, topi, identitas dan surat tugas. “Warga bisa mengecek itu semua. Ini untuk menepis adanya isu kejahatan penipuan oleh petugas sensus,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, pihak Badan Pusat Statistik Kota Depok sendiri belum bisa mendata secara keseluruhan karena sensus masih terus dilakukan hingga akhir bulan Mei 2016 mendatang. “Kami mengimbau kepada warga untuk turut berpartisipasi terhadap kegiatan sensus ekonomi ini. Diharapkan, selama kurun waktu sensus yang sudah dilakukan, diperkirakan 1/3 datanya diharapkan selesai,” pungkasnya. (robino hutapea)