www.korannasional.com–Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk meningkatkan penghasilan guru dan honorer. Hal ini, dilakukan seiring dengan proses alih kelola SMAN/SMKN di 201. Peningkatan kesejahteraan tersebut dilakukan, untuk mendorong kualitas belajar mengajar.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, seiring dengan alih kelola SMAN/SMKN ke Provinsi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendorong peningkatan tambahan penghasilan pegawai (TPP) para guru (PNS) dan honorernya. “Yang jelas akan berikan honor lebih tinggi dari kabupaten kota. Termasuk juga ASN (aparatur sipil negara), guru PNS nya, TPPnya pasti lebih tingi dari kabupaten/kota, tambah sedikit,” ujar Deddy, Ahad (8/5).

Sehingga, kata dia, nantinya tidak akan mengurangi hak mereka pada saat terjadi alih kelola. Juga, tidak mengurangi hak pelajarnya untuk kesempatan belajar. Selama ini, Pemprov Jabar terus meningkatkan persiapan dari proses alih kelola SMAN/SMKN dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Provinsi. Bahkan, Ia pun telah melakukan pemantauan ke beberapa sekolah SMA/SMK di Jawa Barat untuk mengetahui persiapan alih kelola tersebut.

Deddy menyatakan telah melakukan pemantauan di SMAN 1 Banjar dan SMKN 1 Banjar. “Kami pantau bagaimana persiapan alih kelola yang harus disiapkan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Menurut Deddy, di Banjar sekolahnya tak banyak. Jadi, SMA/SMK di daerah tersebut sudah gratis karena memang sekolahnya tak banyak dan mereka sudah siap. “Tetapi kemarin yang mencuat adalah satu, ada kekhawatiran dan pertanyaan dari mereka kalau alih kelola ke provinsi SMAN masih gratis ga. Ya jelaslah itu akan kita gratiskan,” jelasnya.

Deddy mengatakan, seiring dengan proses alih kelola SMAN/SMKN ke provinsi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membuat sekolah khusus yang memadukan keagamaan dengan IPTEK. Saat ini wacana pembuatan sekolah khusus tersebut sedang di rancang. “Saat ini sedang disiapkan rancangannya seperti apa, apa menggunakan sekolah yang ada atau membuat sekolah baru. Itu sudah kita canangkan,” terangnya.

Lanjutnya, nantinya, konsep itu lah yang membedakan sekolah di Jawa Barat dengan daerah lainnya. Yakni, Jabar memiliki sekolah yang secara Iptek tinggi tapi keimanan pun sangat tinggi. Selain itu, Pemprov Jabar pun akan membuat sekolah pada penekanan sisi akhlaknya. Yakni, pembelajaran agama akan lebih ditekankan dan diperbesar porsinya. “Itu jadi salah satu hal yang akan kita rancang, di kota mana atau kabupaten mana, atau di sekolah yang bisa ditambahkan kurikulum keagamaan, agar Imtak dan Iptek bersatu,” tutur Deddy.

Diutarakan Deddy, sekolah dengan basic pada keagamaan sangat penting untuk mendidik para generasi muda bangsa. Apalagi, melihat kondisi perkembangan sosial media yang cukup tinggi saat ini, bisa menjebak para generasi muda pada berbagai hal negatif. Baik seks bebas, narkoba, LGBT dan lainnya. “Ini sangat penting, dengan agama mereka bisa lebih terarah dan terhindar dari hal negatif,” tegasnya. (syaiful rm)

LEAVE A REPLY