www.korannasional.com–Sejarah baru Liga Inggris dengan berhasil menciptakan juara baru. Leicester City berhasil merengkuh gelar juara Liga Inggris musim 2015-2016. Klub berjulukan The Foxes ini tampil fenomenal sepanjang musim. Tak ada pemain bintang berbanderol selangit, tak ada gelontoran gaji fantastis yang mengguyur skuat Leicester. Resep sederhana saja; kerja keras dan kerja sama tim!

Gelar juara ini menjadi kali pertama yang didapat oleh klub ini. Catatan terbaik klub yang tergolong miskin itu sempat terjadi pada 1928/29. Itu pun cuma sebagai runner-up Liga Inggris.

Memasuki era Claudio Ranieri, Leicester seperti menjadi meteor baru, sekaligus anomali di jagat sepak bola industri. Aksi para pemain Leicester di Liga Inggris terbukti mampu menumbangkan kaki-kaki raksasa di liga terbaik Eropa tersebut sekaligus menyumpal mulut para komentator bola yang kerap menyepelekan klub ini.

Lantas, rahasia apa yang membuat Ranieri mampu membuat Leicester menjadi begitu istimewa di kompetisi musim ini? Toby Davis, kolumnis Reuters, menulis Ranieri sebetulnya hanya mengembalikan gaya sepak bola Inggris yang pernah dipakai di era 1980-an. Yaitu, sebuah filosofi mengandalkan bola jauh dan umpan lambung yang sudah dibuang ke tong sampah di era sepak bola modern saat ini.

Ini terlihat dari catatan riset yang dilakukan Pusat Kajian dan Studi Olahraga Internasional (CIES) di Swiss. Menurut laporan CIES, Ranieri bersama Leicester menjadi kelompok sepak bola ketiga musim ini yang menggunakan pola pemanfaatan umpan lambung dalam gaya bermain.

Dua klub dengan gaya serupa, ada di Bundesliga Jerman yaitu Darmstadt dengan 10,7 persen catatan memanfaatkan umpan-umpan lambung. Selain itu, ada Ingolstadt yang tercatat 7,8 melakukan umpan-umpan lambung dalam setiap laga. (gilang geverindo)