www.korannasional.com–Kota Depok yang merupakan daerah penunjang Ibu Kota Jakarta memiliki pertumbuhan penduduk di yang cukup tinggi, yakni mencapai 3,4 persen. Tahun ini penduduk Depok, mencapai 2.080.000 jiwa. Tingginya angka pertumbuhan penduduk berdampak pada kurangnya ketersediaan lahan permukiman. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, Jawa Barat menjadi kota yang kekurangan rumah paling banyak se-Indonesia.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan berupaya menyediakan rumah vertikal. “Tahun ini akan menjadi kajian setelah mendapatkan tantangan untuk membangun rusun dari Kementerian, sampai 36 lantai,” ujar Idris di Balaikota Depok, Jumat (22/4).

Menurut Idris, kajian terhadap pembangunan rumah susun (rusun) yang akan dibangun di Depok, harus dilakukan secara mendalam. Hal tersebut dikarenakan Depok merupakan salah satu kota dengan intensitas petir yang tinggi. Sehingga, sulit untuk membangun rusun dengan ketinggian sampai 36 lantai, seperti yang telah dibangun di Jakarta. “Terutama di wilayah Barat Depok, disana memiliki intensitas petir yang tinggi. Bahkan, ada kelurahan yang dinamakan Pondok Petir,” terangnya.

Menurut Idris, Depok merupakan tambang emas properti karena letaknya yang bertetanggaan dengan Ibu Kota Jakarta. Namun, Pemkot Depok juga memberikan perhatian khusus pada pembangunan perumahan baik yang landed maupun vertikal. “Harus dipagari dengan aturan juga. Tidak boleh asal bangun, apalagi Depok sedang berupaya menyediakan RTH sampai 30 persen dari luas wilayah Depok,” tutupnya. (syaiful rm)